Efektivitas E-Modul dalam Pembelajaran Daring pada Materi Vektor

Oleh : Isdad Fuadi Sakbana, S.Si.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Satu tahun lebih pandemi covid-19 melanda Indonesia dan berdampak pada berbagai bidang, tanpa terkecuali bidang pendidikan. Situasi ini menyebabkan berubahnya pembelajaran yang biasanya tatap muka di ruang kelas menjadi dilaksanakan di rumah, yaitu dengan pembelajaran daring (online). Pada saat pembelajaran daring, banyak siswa merasa kesulitan dalam pelaksanaannya, salah satunya pada mata pelajaran pelajaran matematika seperti yang terjadi di kelas X MIPA SMAN 1 Kedungwuni pada semester 2 untuk materi vektor.

CL Dillon and C.N Gunawardena (1995) menyebutkan, ada tiga hal yang akan menentukan efektivitas dalam pembelajaran daring. Pertama, teknologi; dalam hal ini guru dan siswa harus punya akses yang mudah terhadap jaringan dengan waktu seminimal mungkin. Kedua, karakteristik pengajar; guru sebagai pengajar memegang peranan penting dalam efektivitas pembelajaran secara daring. Ketiga, karakteristik siswa sendiri; setiap siswa memiliki karateristik spesifik yang harus dipahami oleh guru.

Dengan segala permasalahan yang muncul tersebut, sebagai guru matematika dituntut untuk tetap memberikan pembelajaran kepada siswa dengan segala keterbatasan. Untuk itulah muncul ide-ide mengenai kegiatan pembelajaran secara daring, salah satunya adalah dengan pemanfaatan e-modul. E-modul, didefinisikan sebagai suatu media pembelajaran dengan menggunakan komputer yang menampilkan teks, gambar, grafik, audio, animasi dan video dalam proses pembelajaran. E-modul disebut juga sebagai multimedia interaktif karena beragam media pembelajaran dapat disajikan ke dalamnya.

Baca juga:   Materi Sistem Persamaan Linier dengan Pembelajaran Model Jigsaw

Sebagai langkah awalnya pembelajaran daring materi vektor adalah sebagai berikut: 1) guru menyusun rancangan meliputi penyusunan struktur e-modul sesuai teori. 2) guru membuat garis besar isi e-modul yakni merencanakan isi apa saja dan cara mengurutkan materi vektor dalam e-modul sesuai konsep yang meliputi: konsep dasar vektor, operasi pada vektor, dan penggunaan vektor. 3) guru membuat materi pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan pada pertemuan tersebut. Untuk proses pembuatan e-modul guru dapat menggunakan aplikasi sigil. Pada pembuatan e-modul, selain materi secara tertulis, guru juga menyematkan materi berupa video, soal-soal interaktif lengkap dengan pembahasannya.

Setelah e-modul vektor selesai dibuat oleh guru, maka desain pembelajaran matematika kelas X MIPA SMAN 1 Kedungwuni pada materi vektor selama pembelajaran daring menggunakan e-modul adalah: 1) menginstruksikan siswa untuk mengunduh e-modul vektor dengan menggunakan smartphone masing-masing. 2) siswa dapat mempelajari e-modul vektor kapan saja, namun tetap ada tenggat waktu untuk mempelajarinya. 3) membentuk kelompok belajar yang beranggotakan 4-5 orang dengan tujuan sebagai wadah diskusi kecil sebagai upaya membantu siswa yang kurang dapat memahami materi vektor. Sarana diskusi dengan bantuan media whatsapp grup. 4) guru mengkonfirmasi hasil diskusi setiap kelompok. 5) pemberian tugas individu. 6) penilaian

Baca juga:   PJJ Matematika di Era Pandemi Covid-19

Dan pada akhirnya dengan penggunaan e-modul pada pembelajaran daring untuk materi vektor di kelas X MIPA ternyata sangat efektif untuk pembelajaran. Hal ini tercermin dari antusiasme siswa dalam pembelajaran yang sangat tinggi. Siswa mudah berinteraksi dengan temannya serta tagihan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, pada saat diadakan penilaian, hasil yang diperoleh sangat memuaskan, dengan tingkat ketuntasan yang tinggi. (lbs2/ton)

Guru Matematika SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya