Discovery Learning IPA Berbantuan Puzzle

Oleh : Aziz Chakim, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran IPA diharapkan menjadi pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan sesuai dengan kurikulum. Peserta didik diharapkan dapat menemukan konsep sendiri dengan bimbingan dari guru. Peserta didik menunjukkan sikap yang sungguh-sungguh atau antusias sehingga hasil belajar yang diperoleh sesuai dengan standar yang diharapkan.

Uraian tersebut bertolak belakang dengan kondisi pembelajaran IPA yang terjadi di sekolah. Peserta didik masih menganggap pelajaran IPA sebagai pelajaran yang sulit. Persepsi ini sudah terlanjur melekat di kalangan peserta didik. Hal ini cukup beralasan karena banyak konsep abstrak dalam IPA yang tidak dipahami dan tidak dimengerti peserta didik. Seringkali peserta didik hanya menghafalkan definisi konsep tanpa memperhatikan hubungannya dengan konsep yang lain. Dengan demikian konsep baru tidak masuk dalam jaringan konsep yang telah ada dalam kepala peserta didik, tetapi konsepnya berdiri sendiri tanpa hubungannya dengan konsep lainnya.

Berdasarkan observasi di kelas, peserta didik masih cenderung pasif. Hal ini dapat dilihat dari mendengarkan penjelasan guru, apabila guru memberikan pertanyaan, jarang ada yang mau menjawab, peserta didik baru menjawab apabila ditunjuk. Selain itu, apabila guru memberikan kesempatan bertanya, peserta didik kurang memanfaatkan.

Baca juga:   Menumbuhkan Motivasi Belajar Sejarah melalui Penugasan Kliping

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis menerapkan model pembelajaran IPA discovery learning berbantuan puzzle pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 3 Warungasem. Discovery learning merupakan model yang mengarahkan peserta didik menemukan konsep melalui berbagai informasi atau data yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan. Menurut Sani (2014), discovery learning merupakan proses dari inkuiri. Discovery learning adalah metode belajar yang menuntut guru lebih kreatif menciptakan situasi yang membuat peserta didik belajar aktif dan menemukan pengetahuan sendiri. Hal ini senada dengan yang disampaikan Maharani dan Hardini (2017), bahwa discovery learning menuntut peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan menemukan sendiri suatu konsep pembelajaran. Menurut Kristin (2016) ciri utama model discovery learning adalah berpusat pada peserta didik, mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menghubungkan, dan menggeneralisasi pengetahuan, serta kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.

Dalam implementasinya penulis menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan puzzle. Media ini sebagai permainan edukasi yang mengasah otak, melatih antara kecepatan pikiran dan tangan, serta membiasakan kemampuan berbagi dan bekerja sama dalam satu kelompok. Adapun langkah-langkah pembelajarannya yaitu pertama guru menciptakan situasi (stimulasi) dengan menunjukkan objek/media dan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Kedua pembahasan tugas dan identifikasi masalah dengan menyampaikan informasi kegiatan yang akan dilakukan, diskusi kelompok untuk mengkaji lembar kerja peserta didik (LKPD). Langkah ketiga yaitu observasi dengan melakukan percobaan konsep/materi pelajaran sesuai LKPD. Keempat melakukan pengumpulan data dengan cara mengamati hasil percobaan dan mencatat data. Adapun langkah kelima yaitu mengolah data dan analisis percobaan serta kegiatan merangkai puzzle dengan benar sesuai alokasi waktu yang ditentukan. Keenam melakukan verifikasi yang diisi dengan presentasi hasil percobaan dan puzzle, diskusi kelas terhadap hasilnya. Langkah terakhir atau ketujuh melakukan generalisasi dengan membuat kesimpulan terhadap hasil kegiatan pembelajaran.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Praktikum dalam PJJ

Pembelajaran IPA dengan discovery learning berbantuan puzzle yang diterapkan oleh penulis, ternyata bisa meningkatkan motivasi hingga hasil belajar peserta didik. Suasana belajar juga semakin menyenangkan, serta proses pembelajaran menjadi lebih efektif. (bs1/ton)

Guru IPA SMP Negeri 4 Batang.

Author

Populer

Lainnya