Antusiasme Siswa Belajar Integral melalui Tayangan Video

Oleh : Sri Pujiati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, seperti membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan sebagainya. Selainnya itu, akan lebih baik jika seorang belajar dengan mengalami atau melakukan jadi tidak bersifat verbalistik (Sardiman, 2009:22). Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pengajaran (Sudjana, 2009:1).

Di era modern ini, teknologi dan sains berkembang pesat. Dunia pendidikan dituntut meningkatkan proses belajar mengajar yang selaras dengan perkembangan zaman. Pemberian materi dengan metode ceramah sudah sangat membosankan dan kurang menarik, akibatnya siswa kurang memperhatikan dan beberapa siswa malas membaca. Lebih prihatin lagi, siswa kurang bisa menguasai konsep matematika.

Guru pun dituntut melakukan inovasi dalam mengajar demi mendapatkan hasil yang maksimal bagi siswa. Penulis pun memilih metode pembelajaran dengan menayangkan video pembelajaran. James W Brow (1977) seorang tokoh teknologi video mengatakan, pembelajaran merupakan salah satu metode pembelajaran dengan menggunakan media. Media yang digunakan dalam pembelajaran matematika sangat banyak di antaranya media alat peraga putaran integral.

Pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Ampelgading untuk pembelajaran konsep integral awalnya menggunaakan materi yang dikirim lewat google classroom. Siswa kelihatan kurang bersemangat, kurang memahami, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Atas dasar tersebut, penulis berusaha melakukan inovasi dengan membuat video pembelajaran konsep integral. Penulis membuat dua video pembelajaran konsep integral yaitu video pembelajaran penjelasan konsep integral dan video penjelasan konsep integral yang di dalamnya dijelaskan dengan alat peraga putaran integral.
Pada tayangan video kesatu, pertama, siswa diberi penjelasan materi tentang konsep integral dengan power ponit. Kedua, siswa diberikan penjelasan latihan soal. Ketiga, siswa diberikan kesempatan bertanya. Keempat, siswa diberikan tugas. Hasil dari video kesatu dari pengamatan di dapat siswa kurang berminat, kurang bersemangat, dan tidak aktif dalam pembelajaran. Bahkan dari hasil, tugas nilai rata-rata hanya 5,5, jadi kurang maksimal.

Baca juga:   Permainan Dam Memacu Kerja Otak Motorik Siswa

Tayangan video kedua, pertama, siswa diberikan penjelasan materi tentang konsep integral yang di dalamnya memakai alat peraga putaran integral. Kedua, siswa diberikan contoh latihan soal yang cara menyelesaikannya memakai alat peraga putaran integral. Ketiga, siswa diberikan kesempatan bertanya tentang konsep integral. Keempat, siswa diberikan tugas. Hasil dari video kedua dari pengamatan, siswa lebih aktif dan bersemangat dalam pembelajaran. Bahkan dari hasil tugas, nilainya lebih bagus rata-rata 8,0 dan lebih maksimal dibanding video kesatu.
Dari kedua tayangan video tersebut, ada perbedaan hasil baik rata-rata, minat dan antusiasme siswa. Dari tayangan kesatu, siswa kurang antusias dalam pembelajaran dibanding tayangan kedua, siswa lebih berantusias, lebih bersemangat dalam pembelajaran. Dengan semangat yang tinggi, siswa lebih jernih dalam berpikir untuk menyelesaikan soal. Sehingga hasil yang didapat lebih memuaskan.

Proses pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran, siswa menjadi lebih berminat dan antusias sekali dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat termotivasi dan mendapat nilai yang memuaskan. Pengguanaan metode pembelajaran konsep integral matematika, selain dengan tayangan video, juga diperlukan bantuan alat peraga putaran integral. Ini untuk membantu pemahaman dan penguasaan konsep integral matematika. Termasuk untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mampu memecahkan masalah materi konsep integral. (ag1/ida)

Baca juga:   Menumbuhkan Karakter Positif melalui PjBL Video

Guru SMKN 1 Ampelgading.

Author

Populer

Lainnya