Metode Circuit Training Tingkatkan Pembelajaran Kebugaran Jasmani

Oleh : Ary Widiyatmoko S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DENGAN banyaknya beban aktivitas pembelajaran akademik yang didapat siswa-siswi di sekolah, muncul ketidakseimbangan antara kerja aktivitas fisik dan aktivitas psikis. Jika hal tersebut dilakukan terus menerus, secara tidak sadar, lama kelamaan kondisi kebugaran serta stamina fisik akan menurun, sehingga dapat menimbulkan menurunnya imunitas tubuh yang berakibat berkurangnya produksi sel darah putih yaitu zat antibodi dalam tubuh. Keadaan tersebut dikhawatirkan akan rentan dan mudah terserang penyakit. Tentu saja hal tersebut akan menjadi permasalahan tersendiri terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi.

Dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) khususnya materi kompetensi dasar aktivitas pengembangan yang pada mulanya diharapkan mampu menciptakan kebugaran jasmani baik siswa dan siswi di sekolah, dinilai masih kurang efektif. Pembelajaran tersebut justru sering menjadi tekanan fisik serta mental bagi siswa dan siswi. Kurangnya minat serta motivasi pembelajaran tersebut, akan menimbulkan rasa kebosanan serta kejenuhan dalam melakukan tugas geraknya, sehingga tujuan pembelajaran tersebut tidaklah tercapai.

Permasalahan di atas tentu saja membutuhkan pemikiran dari seorang guru PJOK untuk dapat menciptakan model pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif serta menyenangkan. Dengan harapan dapat lebih dimengerti, dipahami serta diminati oleh siswa dan siswi. Mereka pun menjadi lebih senang ketika melakukan serta termotivasi dalam menghadapi tantangannya.
Hal tersebut juga bertujuan agar siswa siswi selalu termotivasi untuk dapat secara mandiri melakukan latihan kebugaran fisik di sela-sela rutinitasnya yaitu dengan mencari bentuk-bentuk gerakan fisik yang sifatnya mudah dengan biaya yang murah serta tidak memerlukan waktu yang lama dapat dilakukan kapan dan dimana saja, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Perencanaan pembelajaran yang baik akan menjadi modal utama guru dalam proses belajar mengajar khususnya PJOK di sekolah. Latihan kebugaran berfungsi memperbaiki secara serempak kebugaran jasmani seperti komponen kekuatan, daya tahan , kecepatan, fleksibilitas, mobilitas serta komponen-komponen lainnya. Salah satu metode yang dianggap paling efektif dilakukan dalam pembelajaran latihan kebugaran tersebut yaitu dengan menggunakan model circuit training. Bentuk-bentuk latihannya adalah kombinasi dari semua unsur fisik seperti contoh lari naik turun tangga, lari memindah batu, melempar bola, memukul dengan raket, melompat serta berbagai bentuk latihan fisik seperti squats jump, squat trust, sit-up, back-up, push-up dan sebagainya.

Baca juga:   Belajar Seni Lukis Media Piring

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat program circuit training di antaranya adalah jarak yang ditempuh, bobot atau beban latihan, variasi berat atau ringan antar pos, keterlibatan otot besar maupun kecil, otot bagian atas maupun bawah, waktu melakukan latihan dan komponen fisik yang dilatih serta repetisi atau jumlah pengulangan latihan.
Latihan tersebut dijalankan dengan program latihan yang di dalamnya terdiri atas 6-15 pos/stasiun dengan atau tanpa alat atau jeda istirahat yang singkat. Setiap pos/stasiun dibuat dengan menargetkan latihan pada bagian-bagian otot tertentu. Latihan tersebut juga telah didesain dan ditetapkan lama waktunya dan dibagi menjadi 7-12 grup/kelompok. Setiap individu atau kelompok dapat menyelesaikan tugas gerak di pos/stasiun dengan batasan waktu serta bergerak memutar untuk menyelesaikan tugas gerak di pos/stasiun berikutnya sampai seluruh pos/stasiun (set latihan) terselesaikan. Pos/stasiun biasanya dibuat dengan posisi melingkar sehingga latihan ini disebut dengan circuit training.

Kesimpulan dari artikel ini adalah, sangatlah disarankan untuk memasukkan circuit training sebagai metode dalam materi pembelajaran kebugaran jasmani. Siswa-siswi akan terus terjaga kebugarannya, berstamina tinggi, sehat jasmani rohani serta tidak mudah terserang penyakit. Aktivitas belajar pun akan lebih bergairah dan bersemangat, selain dapat secara optimal menerima seluruh pembelajaran akademik, juga terbiasa dan mampu menghadapi setiap tantangan serta masalah dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah, keluarga maupun kehidupan di lingkungan masyarakat. (ipa1/ida)

Baca juga:   Mapel Produksi Hasil Hewani dan Gemarikan

Guru PJOK SMPN 16 Semarang

Author

Populer

Lainnya