Dengan TeachBack Dapat Mengukur Tingkat Pemahaman Peserta Didik

Oleh : Mazidah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SELAMA pandemi Covid-19, semua entitas diharuskan mengikuti perubahan sistem pembelajaran baik dari peserta didik, orang tua, dan guru. Banyak inovasi yang dikeluarkan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Banyak kegagalan demi kegagalan yang telah dilalui sampai akhirnya guru menemukan cara menyiasati pembelajaran daring.

Persoalan yang kerap dihadapi adalah, banyaknya alasan anak tidak dapat mengikuti pembelajaran karena data, namun setelah mendapat bantuan kuota dari pemerintah pun tidak menjamin kelancaran terlaksananya pembelajaran daring. Belum lagi, adanya kendala dari pihak orang tua peserta didik sendiri. Kelonggaran demi kelonggaran banyak diberikan oleh guru, namun tetap tidak dapat maksimal. Kerjasama dengan guru BK juga sudah dilaksanakan dengan melakukan home visit, dengan harapan permasalahan yang muncul bisa segera teratasi. Apalagi untuk mata pelajaran tertentu banyak peserta didik yang jarang mengikuti karena mengalami kesulitan seperti bahasa Jawa.

Tuntutan zaman di masa ini membuat mata pelajaran bahasa Jawa sekarang mulai menggeliat untuk mewujudkan eksistensinya di kancah dunia pendidikan. Tiap-tiap daerah mulai mengembangkan bahasanya masing-masing yang selama ini seakan diabaikan oleh peserta didik zaman milenial. Banyak anak dan orang tua bangga anak mereka mahir dan pandai berbahasa asing dibandingkan bahasa asalnya. Padahal bahasa Jawa atau bahasa daerah masing-masing inilah yang akan nguri-nguri kebudayaan sendiri. Memang bahasa Jawa sudah tidak asing di telinga anak zaman sekarang, namun sayangnya anak–anak kurang memahami secara mendalam tentang bahasa Jawa. Akibatnya, saat pelajaran bahasa Jawa banyak anak kesulitan memahami. Begitupun orang tua, saat ditanya anak–anak mereka melemparkan kepada kakek atau neneknya. Pelarian terakhirnya kepada Mbah Google. Jangankan anak-anak pindahan dari daerah lain, yang asli orang Jawa masih banyak yang tidak paham. Oleh karena itu guru dituntut kerja keras untuk membuat anak tertarik mempelajari bahasa Jawa dengan penuh suka cita.

Baca juga:   Layanan Bimbingan Kelompok dengan Diskusi Keterampilan Sosial

Ada salah satu metode untuk pembelajaran generasi Z –ebook dengan melakukan mengajar-balik atau dengan istilah (teachback). Yaitu peserta didik belajar dengan cara menjelaskan beberapa hal yang telah diajarkan oleh guru mata pelajaran. Metode teachback ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman yang telah dimiliki oleh peserta didik.

Metode pembelajaran teachback ini langkahnya, 1) guru memberikan penjelasan secara sistematis terhadap peserta didik tentang suatu topik melalui rekaman video atau audio atau berupa teks, 2) kemudian setelah peserta didik tersebut mempelajarinya, peserta didik diminta menjelaskan ulang (seperti berperan sebagai seorang guru) kepada gurunya. Penjelasan yang diberikan peserta didik ini bisa dilakukan secara langsung melalui video conference seperti zoom atau Adobe Connect atau lainnya. Bisa juga dilakukan melalui rekaman video, rekaman audio, atau teks berupa tulisan yang dikirim ke gurunya. 3) Kemudian guru melakukan pengecekan tingkat penguasaan siswa tersebut dari hasil teachback peserta didik.

Dengan demikian guru mengajarkan kepada peserta didik mencoba berinovasi pembelajaran daring dengan cara baru yang dapat mengurangi kebosanan. Guru juga dapat mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi pelajarannya. Untuk beberapa materi pelajaran yang sebagian besar peserta didik belum dipahami, dapat diberikan lagi sesuai kebutuhan peserta didik. (ips1/ida)

Baca juga:   Canva Tumbuhkan Inovasi Media Pembelajaran IPS

Guru Bahasa Jawa SMPN 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya