Penggunaan Media Video untuk Mengatasi Kejenuhan Siswa dalam PJJ

Oleh : Nike Iri Wanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak diberlakukannya masa darurat Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, hampir seluruh sekolah di Indonesia terutama di SMAN 1 Kesesi mengambil kebijakan untuk pembelajaran via daring atau disebut dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan adanya pembelajaran daring guru dan peserta didik sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran dimasa pandemi Covid-19.

Dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan berbagai keterbatasan kemampuan, sarana dan prasarana berupa handphon, laptop, dan jaringan bagi guru dan siswa serta kemampuan yang masih terbatas dalam pemanfaatan teknologi membuat pelaksanaan pembelajaran daring harus tetap diupayakan berjalan agar proses transformasi ilmu pengetahuan kepada siswa tidak terganggu.
Media pembelajaran bukan lagi dipandang sebagai alat bantu tetapi merupakan bagian integral dalam pendidikan dan pembelajaran khususnya mata pelajaran sejarah.

Untuk mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran jarak jauh dan materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa dengan baik harus digunakan media yang tepat. Media yang digunakan adalah dengan video. Dalam pembelajaran jarak jauh mata pelajaran sejarah dengan media video ini ada tiga kompetensi yang harus dikuasai siswa. Yakni kebangkitan heroisme dan kesadaran kebangsaan. Kehidupan bangsa Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Dan proklamasi kemerdekaan sebagai penegak hak bangsa Indonesia.

Baca juga:   Pembelajaran Seni Grafis Interaktif dengan Media Compact Disk

Penggunaan media video ada beberapa tahap. Pertama, menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dari penggunaan media video yang berhubungan dengan pembelajaran yang akan disampaikan. Kedua, siswa dikondisikan agar pada saat video dishare oleh guru siswa dapat mengamati video tersebut dengan baik.

Ketiga, langkah penyajian guru mempersiapkan laptop, jaringan internet, aplikasi. Keempat, guru membentuk kelompok belajar, setiap kelompok belajar terdiri dari empat orang siswa, setiap kelompok belajar disuruh mengamati, memperhatikan pemutaran video sejarah yang dishare oleh guru.
Guru akan memberikan pertanyaan tentang kebangkitan heroisme, dan kesadaran kebangsaan. Seperti bagaimanakah latar belakang kedatangan bangsa Eropa di Indonesia. Bagaimanakah perlawanan bangsa Indonesia dalam menentang dominasi asing. Ketiga, bagaimanakah dampak dari kedatangan banga Eropa di Indonesia. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan pertanyaan dan rancangan jawaban tersebut.

Kemudian hasil kerja kelompok dipresentasikan melalui google meet. Dengan adanya penggunaan video dalam proses pembelajaran sejarah di SMAN 1 Kesesi dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran jarak jauh, karena dapat mempelajari sejarah masa lalu dengan pengamatan langsung melalui media video yang diputar oleh guru sehingga siswa dapat memberikan pendapat, jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Baca juga:   Problem Posing Tingkatkan Keaktifan Belajar Logaritma

Kelebihan dari penggunaan media video antara lain dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat. Dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan. Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat. Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa. Mengembangkan imajinasi. Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang realists. Mampu berperan sebagai media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial. Dan, mampu berperan sebagai story teller yang dapat memancing kreativitas peserta didik dalam mengekspresikan gagasannya. Penggunaan media video pada kegiatan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Kesesi dapat berhasil dengan baik, karena dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran jarak jauh. (agu2/lis)

Guru Sejarah SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya