Pemanfaatan Barang Bekas dalam PJJ Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Jarak Jauh atau yang biasa orang kenal dengan PJJ di Indonesia dimulai semenjak Maret tahun 2020. Hampir setahun lebih murid-murid melakukan pembelajaran secara daring atau dalam jaringan.

SMP Negeri 1 Ambarawa, merupakan salah satu SMP yang terdampak. Guru di SMP tersebut mau tidak mau harus berinovasi dalam pembelajaran daringnya agar siswa tidak mudah bosan. Seiring berjalannya waktu, guru-guru mengembangkan ide dan kreativitasnya untuk tidak kehabisan akal dalam mencari pembelajaran yang inovatif dan mudah dipahami siswa walaupun bermoda daring. Salah satunya dengan memanfaatkan barang bekas di rumah.

Pemanfaatan barang bekas ini bisa menjadi salah satu alternatif media pembelajaran daring di tengah-tengah keterbatasan ini. Pengoptimalan barang bekas selain murah juga sangat menguntungkan, mudah ditemukan, dan siswa tidak asing dengan barang-barang itu. Sejalan dengan Handayani (2014) yang menjelaskan bahwa barang bekas harganya murah, mudah didapat, dan mengurangi timbunan sampah di lingkungan sekitar kita.

Salah satu materi dalam pembelajaran matematika adalah bangun ruang sisi datar. Guru dapat memanfaatkan barang bekas yang berada di rumah siswa seperti kardus bekas. Ambil contoh bangun ruang kubus. Guru dapat menginstruksi siswa untuk membuat kubus secara benar dan tepat dengan menggunakan kardus bekas. Pembuatan media ini bertujuan agar siswa paham dengan konsep sifat-sifat kubus. Adapun alat dan bahan dalam membuat media pembelajaran sebagai berikut. Bahan: kardus-kardus bekas, double tip, isolasi, dan lem. Alat-alat: gunting, pensil, spidol, cutter, dan penggaris.

Baca juga:   Pembelajaran Drama Berbantuan E-Modul dan Game Wordwall pada Masa Pandemi

Cara membuat media antara lain, guru menentukan terlebih dahulu bangun yang akan dibuat, misalkan kubus. Guru menentukan panjang rusuk kubus terlebih dahulu. Siswa membuat ukuran sesuai dengan panjang rusuk kubus di sini siswa mengenal rusuk dan panjang rusuk kubus dalam kubus pasti sama. Kemudian, siswa membuat persegi sebanyak enam persegi dengan ukuran 10 cm × 10 cm, disini siswa mengenal bahwa kubus terdiri dari enam permukaan dimana permukaannya merupakan bangun datar persegi. Selain itu siswa juga dapat mengidentifikasi bahwa terdapat delapan titik sudut dalam kubus. Enam persegi yang dibuat oleh siswa disusun dengan menggunakan lem, dan jadilah kubus. Dari pembuatan kubus tersebut, guru dapat membuat lembar kerja secara sederhana yang dapat diisi oleh siswa yang terdiri dari beberapa pertanyaan dasar tentang sifat-sifat kubus. Sifat-sifat kubus yang telah dipahami siswa ini sebagai stimulant untuk mengenalkan rumus luas permukaan dan volume kubus pada mereka. Pembuatan media ini sangat mudah tentunya bagi siswa di saat kondisi seperti ini. (lbs1/ton)

Baca juga:   Tingkatkan Belajar Bilangan Berpangkat dengan STA

Guru SMP Negeri 1 Ambarawa

Author

Populer

Lainnya