Model Belajar Tuntas Tingkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa untuk menuju yang lebih baik. Dari proses belajar mengajar tersebut pada siswa MTs Negeri 3 Demak dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah bisa dikatakan masih rendah atau masih di bawah KKM, yang diharapkan dari pembelajaran ini adalah hasil belajar siswa setidaknya 75% di atas KKM.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan materi yang sangat penting, baik ditinjau dari aspek pengetahuan, hubungannya dengan mapel lainnya, maupun penerapannya dalam kehidupan manusia. Maka hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia harus terus ditingkatkan. Bila tidak meningkat, maka akibatnya atau dampaknya adalah kemampuan siswa dalam mata pelajaran lain yang berhubungan dengan konsep-konsep Bahasa Indonesia akan rendah. Dan lebih jauh lagi, banyak bidang-bidang kehidupan yang akan dihadapi siswa masa yang akan datang tidak bisa diselesaikan dengan baik. Kehidupan praktis sangat membutuhkan konsep-konsep berpikir realistis agar dapat diselesaikan. Maka hasil belajar siswa yang rendah dalam Bahasa Indonesia akan memengaruhinya.

Baca juga:   Belajar Membaca Puisi dengan Media Youtube

Rendahnya hasil belajar siswa MTs Negeri 3 Demak dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dipengauhi oleh banyak faktor. Motivasi belajar yang rendah, kurangnya latihan dalam mengerjakan soal-soal, metode yang digunakan dalam pembelajaran yang tidak tepat. Pemberian motivasi telah dilakukan, pemberian tugas-tugas di rumah juga telah diberikan tetapi hasilnya belum menunjukkan seperti yang diinginkan.

Dari analisis penyebab masalah, maka upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa MTs N 3 Demak dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah penerapan model belajar tuntas, yakni model pembelajaran ini memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan latihan, diskusi, pembimbingan langsung sampai siswa memiliki kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal bahasa Indonesia. Langkah-langkah yang saya gunakan dalam model ini adalah : Pertama, orientasi. Tahap ini menetapkan isi pembelajaran, meninjau ulang pembelajaran sebelumnya, menetapkan tujuan pembelajaran, serta menetapkan langkah-langkah pembelajaran. Kedua, penyajian. Tahap ini menjelaskan, memeragakan konsep, keterampilan baru, mengevaluasi tingkat unjuk kerja siswa, serta menggunakan media, alat peraga untuk menjelaskan tugas. Ketiga, latihan terstruktur. Tahap ini saya memberikan contoh langkah-langkah penting dalam menyelesaikan tugas/soal, memberikan pertanyaan pada siswa, memberikan umpan balik (yang bersifat korektif) atas kesalahan siswa dan mendorongnya untuk menjawab dengan benar setiap tugas yang diberikan. Keempat, latihan terbimbing. Tahap ini saya memberikan tugas, mengawasi semua siswa secara merata, memberikan umpan balik, dan memuji. Kelima, latihan mandiri. Tahap ini saya memberi tugas mandiri, memeriksa dan jika perlu memberikan umpan balik atas hasil kerja siswa, serta memberikan beberapa tugas mandiri sebagai alat untuk meningkatkan retensi siswa.

Baca juga:   Menganalisis Beragam Norma dengan KK makin Mudah

Dari tahapan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model tuntas belajar yang saya terapkan pada siswa kelas IX di MTs N 3 Demak maka pembelajaran meningkat drastis dengan diperoleh hasil yang sangat memuaskan, dan motode ini pun dapat dimanfaatkan pula pada kegiatan pembelajaran dalam bidang study selain Bahasa Indonesia. (agu1/ton)

Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 3 Demak

Author

Populer

Lainnya