Blended Learning dalam Pembelajaran Ekonomi Materi Koperasi

Oleh: Maul Kholishoh, S.Pd., M.Si.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI Sekolah kami, SMA Negeri 4 Semarang tepatnya pada tanggal 5- 16 April 2021 mendapat kehormatan terpilih menjadi Sekolah percontohan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap pertama. Kemudian pada 26 April – 7 Mei 2021 kembali kami terpilih menjadi percontohan PTM tahap dua. Secara otomatis, para guru harus menyesuaikan metode pembelajaran yang paling sesuai dengan misi PTM. Termasuk saya sebagai salah satu guru pengampu mata pelajaran Ekonomi di kelas Sepuluh. Dengan target peserta didik yang di rumah terlayani dengan baik apalagi yang berada di kelas. Pengorbanan yang sudah di lakukan oleh para peserta didik menjadi relawan peserta PTM diharapkan membuahkan hasil maksimal dan terbaik sesuai dengan tujuan PTM. Pembelajaran sistem Blended learning untuk yang ke dua kalinya kami terapkan setelah sukses pada PTM tahap pertama.

Mosa dalam Kumar (2006) menyampaikan bahwa yang dicampurkan dalam blended learning yaitu dua unsur utama, yakni pembelajarna di kelas (classroom lesson) dengan online learning.
Blended learning yaitu metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara pembelajaran konvensional di mana pendidik dan peserta didik bertemu langsung dengan pembelajaran secara online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Adapun bentuk lain dari blended learning adalah pertemuan virtual antara pendidik dengan peserta didik. Dimana antara pendidik dan peserta didik mungkin saja berada di dua tempat yang berbeda, namun bisa saling memberi feedback, bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time.

Baca juga:   Mengeksplor Kreativitas Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19

Pada pelaksanaan PTM tahap 2 ini, materi ekonomi yang sy ampu di kelas Sepuluh pada materi koperasi. Materi ini sebetulnya sudah tergabung di materi Lembaga Jasa Keuangan Bukan Bank (LKBB). Penggabungan materi tersebut merupakan dampak dari pembelajaran di era Covid 19 yang menuntut adanya penyesuaian pengaturan struktur materi pembelajaran. Koperasi merupakan materi yang sangat penting untuk dikuasi anak, karena harapan ke depannya adalah peserta didik mampu menerapkan praktik koperasi dilingkungan tempat tinggalnya bahkan di tempat kerjanya. Sehingga cita-cita menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian di Indonesia mudah terwujud. Untuk itulah materi koperasi lebih dalam saya ajarkan kepada peserta didik. Adapun Kompetensi Dasarnya adalah Mendeskripsikan perkoperasian dalam perekonomian Indonesia. Materi koperasi sudah tidak asing bagi peseta didik. Mereka sudah mendapatkan dari pendidikan di Sekolah Dasar maupun di tingkat Sekolah Menengah pertama. Di tingkat menengah atas hanya tinggal menyempurnakan materi saja. Yaitu praktik penghitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan teori pendirian koperasi sekolah.

Baca juga:   Aplikasi Google Form Sebagai Mediaalternatif Belajar Dari Rumah

Tahapan yang penulis lakukan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Blended Learning diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan indikator materi koperasi yang harus mereka kuasai. Baik peserta didik yang PTM (di Kelas) maupun yang pembelajaran jarak jauh (daring) yang berada di rumah masing-masing. Kemudian diberikan beberapa soal yang berkaitan dengan indikator materi untuk dicarikan jawabannya oleh peserta didik melalu sumber belajar yang tersedia termasuk internet. Tahap berikutnya adalah diskusi bersama dan menarik kesimpulan. Kemudian beberapa peserta didik diminta untuk membacakan hasil kesimpulan dari diskusi yang sudah dilakukan.

Dari proses pembelajaran dengan metode Blended Learning yang sudah penulis laksanakan menunjukkan bahwa Blended Learning dapat digunakan sebagai solusi untuk tetap dapat menghadirkan siswa di sekolah meski hanya diijinkan sebanyak lima puluh persen. Peserta didik senang dan nilai yang diperoleh seratus persen mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah. Covid-19 menuntut guru untuk dapat menemukan terobosan-terobosan baru pada dunia pendidikan. Semoga Blendid Learning bisa semakin sempurna penyelenggaraannya. Sehingga revolusi sistem penyelenggaraan pendidikan dapat menyajikan pendidikan dengan efektif dan efisien. Seperti yang diterapkan di SMAN 4 Semarang. (lbs2/zal)

Guru SMAN 4 Semarang

Author

Populer

Lainnya