Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Berbahasa dengan Baik dan Benar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa merupakan cermin identitas bangsa. Hal ini berhubungan erat dengan karakter, sikap, maupun kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu karena bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di antara suku bangsa yang berbeda-beda. Bahkan, pemakaian bahasanya sesuai daerahnya masing-masing.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di NKRI merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaulan dalam kehidupan, dan digunakan dalam dunia pendidikan di negara ini. Bahasa sebagai alat komunikasi sehingga penggunaannya harus yang sopan dan bisa diterima oleh lawan bicara tanpa tafsir yang berbeda. Bahasa sangat berpengaruh terhadap etika dan karakter seseorang karena hal ini mencerminkan sebuah kepribadian.

Pendidikan karakter tidak hanya didapatkan dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah. Yaitu melalui pengelolaan standar sekolah, mengingat pelaksanaan nilai-nilai karakter akan menjadi dasar dalam pendidikan di sekolah. Pendidikan karakter ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah sehingga tercipta kebiasaan yang positif untuk pencapaian pembentukan karakter atau akhlak mulia secara utuh dan terpadu sesuai standar kompetensi lulusan.

Baca juga:   Penugasan Proyek, Analisis Potensi Wilayah dalam Pembelajaran Blended Learning Materi Desa-Kota

Penyebab banyaknya penggunaan bahasa gaul berdampak pada karakter dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan perkembangan zaman semakin pesat terlihat pengaruh bahasa gaul yang digunakan para remaja. Penggunaan bahasa gaul pada kalangan remaja besar pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa indentitas nasional. Bahkan pengguna bahasa gaul merambah ke ranah kalangan remaja dan anak-anak. Sudah tidak asing lagi dengan kata “Cemungut” yang dilontarkan tanpa disadari oleh pemakainya. ”Cemungut“ yang artinya memberikan semangat kepada seseorang untuk melakukan tindakan. Hal itu tujuannya untuk memberikan semangat. Tetapi kata “cemungut“ dapat menghilangkan kata aslinya dalam kaidah bahasa. Kata-kata yang booming seperti “ciyus mi apah” yang artinya “serius demi apa“ seharusnya dihindari. Terlalu banyaknya pengguna bahasa gaul di kalangan remaja ini memprihatinkan. Para generasi muda yang diharapkan dapat memajukan bangsa dari segala aspek, terkontaminasi dengan bahasa gaul.

Padahal bangsa Indonesia yang telah terbelenggu dalam penjajahan dan kini telah terbebas dan merdeka, harusnya generasi penerus bangsa berupaya mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi dan sikap yang positif. Sikap yang sopan santun janganlah luntur oleh waktu. Mari selalu jaga penggunaan bahasa yang baik dan sopan dan tetap menjaga nama baik negara Indonesia.
Mari tanamkan kecintaan dalam diri kita terhadap bangsa Indonesia dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa. Mari pergunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang memiliki kualitas tinggi sehingga dikagumi dan diakui di penjuru dunia. Karena bahasa adalah cermin dari kepribadian. Kebanggaan berbahasa Indonesia yang baik dan sopan menunjukkan rakyat Indonesia yang mencintai negeri ini.

Baca juga:   Belajar Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dengan Media Gambar

Harus mengingat sejarah para pemuda dari seluruh nusantara yang berkumpul untuk menyamakan visi dan menyatukan diri dalam sebuah sumpahnya yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Dan saat inilah sebagai generasi muda harus menunjukkan kecintaannya terhadap bahasa sendiri agar tidak luntur oleh perkembangan zaman di era globalisasi. (ss1/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 6 Salatiga

Author

Populer

Lainnya