Enjoi Belajar Integrasi Nasional dengan Inquiry Training

Oleh: Dra. Muntafiyah, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN PPKn mempunyai tujuan untuk mengembangkan kompetensi sebagai berikut: berpikir kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berkembang secara positif dan demokrasi untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia, agar hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain; dan Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam persatuan atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Depdiknas (2006:49.

Hasil belajar peserta didik yang diperoleh selama ini masih banyak yang berada di bawah KKM. Metode yang penulis terapkan selama ini sebagian besar menggunakan metode diskusi kelompok. Kelemahan metode ini antara lain kurang membangkitkan motivasi peserta didik, sebagian besar anak kurang mandiri, informasi yang diterima anak terbatas, hanya dikuasai oleh peserta didik yang pandai berbicara, sehingga berdampak pada hasil belajar. Di sisi lain penulis juga menggunakan metode Cooperative Learning yang memungkin bisa membangkitkan motivasi peserta didik, dan berdampak positip terhadap hasil belajar tetapi tetap juga kurang membanggakan. Untuk mengatasi permasalahan ini maka perlu disajikan berbagai metode dengan strategi yang bervariasi.

Secara khusus, prestasi belajar peserta didik MAN 2 Semarang, terlihat sangat rendah. Hal ini terjadi pada saat penulis mengadakan pembelajaran PPKn, hampir 36,67 %. memperoleh nilai akademik di bawah KKM yang ditetapkan. Masalah inilah yang menjadi motivasi penulis untuk melakukan perubahan di dalam memanfaatkan metode mengajar yang bervariasi, dalam hal ini adalah Inquiry Learning.

Baca juga:   Asyiknya Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah Yang Bernilai Ibadah

Inkuiri (inquiry) secara harfiah berarti penyelidikan. Carind & Sund (dalam Mulyasa, 2005:108) menyatakan bahwa “inquiry is the process of investigating a problem” artinya bahwa inkuiri adalah proses penyelidikan suatu masalah. Kuslan dan stone (Wartono, 1996:29) mendefinisikan inkuiri sebagai pengajaran dimana guru dan peserta didik mempelajari peristiwa-peristiwa ilmiah dengan pendekatan jiwa para ilmuwan.

Berdasarkan beberapa inkuiri dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang terpusat pada peserta didik, di mana peserta didik didorong untuk terlibat langsung dalam melakukan inkuiri yaitu bertanya, merumuskan permasalahan, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, berdiskusi dan berkomunikasi. Dalam pembelajaran ini peserta didik menjadi lebih aktif. Guru berusaha membimbing, melatih dan membiasakan peserta didik untuk terampil berpikir (minds-on activities) karena mereka mengalami keterlibatan secara mental dan terampil secara fisik (hands-on activities) seperti terampil menggunakan alat, terampil merangkai peralatan percobaan dan sebagainya. Pelatihan dan pembiasaan peserta didik untuk terampil berpikir dan terampil secara fisik tersebut merupakan syarat mutlak untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih besar.

Pokok-pokok rencana kegiatan adalah sebagai berikut: tahap perencanaan meliputi: menetapkan KI/KD yang, menetapkan indikator pencapaian, menetapkan masalah, menetapkan model pembelajaran yaitu Inquiry Training, menyusun rencana pembelajaran, membuat instrumen untuk memperoleh data, yakni dengan menggunakan tes sesuai indikator yang akan dicapai.

Tahap Pelaksanaan Pembelajaran: guru menyajikan permasalahan, menjelaskan langkah-langkah inkuiri peserta didik memahami, mencermati permasalahan dari beberapa aspek, memahami prosedur. Tahap pengumpulan data verifikasi: guru membimbing peserta didik untuk mengumpulkan informasi, membimbing cara-cara mencari/mengumpulkan data, cara-cara mentabulasi data, dan mengklasifikasi data. Peserta didik melakukan pengumpulan informasi, data, tabulasi, dan mengklasifikasi data sesuai dengan kategorisasi permasalahan.

Baca juga:   Belajar Pencemaran Lingkungan dengan Vidio 360ᶱ Berbasis Kontekstual

Tahap pengumpulan data Eksperimentasi: membimbing peserta didik melakukan eksperimen, mengatur data, mengarahkan pertanyaan-pertanyaan peserta didik, mengamati perubahan yang terjadi, menumbuhkan dan meningkatkan interaksi antar peserta didik. Peserta didik melakukan eksperimen, pengaturan data yang selanjutnya dilakukan eksperimen mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan eskperimen yang dilakukan, mencatat dan menganalisis hasil eksperimen, berinteraksi dan bekerja sama sesama anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas tugas pembelajaran.
Tahap Organisasi data dan formulasi kesimpulan: membimbing peserta didik melakukan penataan data/hasil eksperimen, dan membuat kesimpulan. Peserta didik melakukan penataan/interpretasi terhadap hasil eksperimen/uji coba, membuat kesimpulan.

Tahap Analisis proses inkuiri: membimbing peserta didik untuk memahami pola-pola penemuan yang telah dilakukan, menganalisis tahap-tahap inkuiri yang telah dilaksanakan, dan melihat kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Peserta didik memahami pola-pola eksperimen yang telah dilakukan, menganalisis tahap-tahap inkuiri yang telah dilaksanakan, kelemahan/kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses eksperimen.Tahap evaluasi: guru melakukan penilaian terhadap kompetensi peserta didik dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai.

Dari kegiatan pembelajaran dengan Inquiry Training dalam pembelajaran PPKn terdapat peningkatan hasil persentase prestasi belajar dari 63,33% tuntas KKM meningkat menjadi 86,67% tuntas KKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Inquiry Training dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kususnya materi Integrasi Nasional. (ss1/zal)

Guru MAN 2 Semarang, Kab. Semarang.

Author

Populer

Lainnya