Pembelajaran Distance Learning dengan Collaborative Approach pada Mata Pelajaran PJOK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada 24 Maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pembelajaran ini merupakan inovasi pendidikan untuk menjawab tantangan akan ketersediaan sumber belajar yang variatif (Nakayama M, Yamamoto H, 2007: 200).

Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif. Pendidikan olahraga merupakan disiplin ilmu yang didominasi praktik pada aktivitas fisik dan sedikit teori. Dalam kurikulum 2013 (K13) pendidikan olahraga di jenjang pendidikan dasar menyatu dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Olahraga (PJOK). Sejalan dengan itu maka hakikat pendidikan jasmani mencakup semua unsur kebugaran, keterampilan gerakan fisik, kesehatan, permainan, olahraga, tari dan rekreasi (Qomarrullah, 2014: 78). Pembelajaran PJOK yang didominasi dengan gerakan fisik dilaksanakan di ruang terbuka atau di lapangan. Metode untuk pendidikan olahraga adalah metode deduktif atau metode perintah, dengan ragam pemberian tugas, demonstrasi dan sedikit penjelasan (Supriyadi,2018: 7).

Baca juga:   PJJ Peluang Usaha Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar, sehingga kegiatan belajar mengajar yang awalnya dilakukan dengan bertatap muka langsung di kelas harus beralih dengan pembelajaran secara daring atau jarak jauh. Agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancer diperlukan model pembelajaran yang tepat agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini tentu saja memberikan dampak pada pembelajaran PJOK di SMK N 1 Bojongsari diantaranya pembelajaran PJOK yang tidak dapat terlaksana seperti biasanya. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang tepat dalam melaksanakan kegiatan pemebalajaran ini.

Terdapat banyak pilihan model pembelajaran di masa pandemi covid-19, dengan berbagai platform pembelajaran baik yang berbayar maupun yang disiapkan oleh pengembang tanpa berbayar. Selain itu ada pula platform pembelajaran online yang disiapkan oleh institusi baik terintegrasi dengan sistem pembelajaran daring secara nasional maupun disiapkan secara mandiri oleh institusi. Platform pembelajaran online yang paling mudah diakses dengan perangkat berbasis android misalnya aplikasi pembelajaran yang tersedia pada google (Herlina et al. 2019).

Baca juga:   Raport Solusi Penilaian di Masa Pandemi Covid-19

Potensi pembelajaran untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Olahraga pada masa pandemi Covid-19 sangat terbuka. Pembelajaran PJOK bisa membuat peserta didik menerapkan pola hidup sehat. Tentunya di era pandemi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh. Pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan model distance learning dan menggagas collaborative approach dengan orang tua siswa melalui lembar pengamatan aktivitas belajar siswa. Distance learning model untuk mata pelajaran PJOK dengan collaborative approach bersama orang tua siswa menjadi solusi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Seperti yang sekrang ini pembelajaran di SMK N 1 Bojongsari Purbalingga, memang belum bisa dilaksanakan gabungan antara tatap muka dan daring, sehingga masih dilakukan dengan cara full daring. Walaupun hanya bisa dilaksanakan full daring pembelajaran harus berjalan agar memenuhi tujuan pembelajaran. Dengan model distance learning dan menggagas collaborative approach dengan orang tua. Penggabunagan ini bukan hanya bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, akan tetapi agar bisa merapatkan pola hidup sehat di antara orang tua dan peserta didik. (*/ton)

Guru SMK N 1 Bojongsari, Purbalingga

Author

Populer

Lainnya