Keseruan Belajar Drama dengan Role Playing Menggunakan Zoom

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sudah lebih dari satu tahun Indonesia masih dilanda pandemi Covid 19. Kota Salatiga masih dinyatakan zona merah, maka pembelajaran masih dilakukan secara daring. Semakin lama siswa sudah merasa jenuh dan mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.

Siswa siswi di SMPN 9 Salatiga mengeluh dan selalu bertanya kapan masuk sekolah kepada guru-guru mereka. Maka dari itu, pada pelaksanaan pembelajaran KD tertentu diberikan dengan cara berbeda yang bertujuan untuk mengembalikan semangat belajar para siswa serta menghibur mereka. Seperti yang sudah dilakukan siswa kelas VIII SMPN 9 Salatiga pada KD 4.16 “menyajikan drama dalam bentuk pentas atau naskah”, siswa diajak untuk bermain peran atau sering disebut role playing menggunakan zoom.

Drama ialah karya sastra yang menceritakan dan menuangkan ekspresi melalui dialog yang ditujukan untuk pementasan. Drama merupakan tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan di atas pentas. Pentas disajikan berdasarkan naskah drama. Drama mempunyai tiga dimensi, yakni dimensi sastra, gerakan, dan ujaran. Oleh sebab itu naskah drama tidak disusun khusus untuk dibaca sebagaimana dengan novel atau cerita pendek, tetapi lebih dari itu, dalam penciptaan naskah drama dipertimbangkan kemungkinan naskah itu dapat diterjemahkan ke dalam penglihatan, suara, dan gerak laku. Tetapi, penyajian drama dalam bentuk pentas pada saat pembelajaran daring dirasa sangat tidak memungkinkan karena akan mengundang kerumunan yang dikhawatirkan akan terjadinya penyebaran covid 19. Oleh sebab itu, siswa kelas VIII diajak untuk role playing menggunakan zoom.

Baca juga:   Mendalami Salat melalui Think Pair and Share

Role playing merupakan alah satu model pembelajaran dengan menugaskan siswa untuk memerankan suatu tokoh yang ada dalam materi atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk cerita sederhana. Model role playing dipelopori oleh George Shaftel dengan asumsi bahwa bermain peran dapat mendorong siswa dalam mengekspresikan perasaan serta mengarahkan pada kesadaran melalui keterlibatan spontan yang disertai analisis pada situasi permasalahan kehidupan nyata.

Zoom adalah aplikasi komunikasi menggunakan video dan dapat digunakan dalam berbagai perangkat baik seluler maupun desktop. Pengoperasian zoom terbilang sangat mudah, hanya sekadar mendaftar di aplikasi zoom secara gratis dan akun zoom pun sudah bisa dioperasikan. Penggunaan zoom dirasa juga sangat terjangkau karena sekarang pemerintah juga sudah memberikan kuota bantuan yang bisa digunaan untuk pemakaian zoom. Aplikasi ini juga dirasa sangat membantu siswa yang merasa kurang percaya diri untuk tampil di depan kelas, merasa terkurangi karena siswa hanya berdiri memerankan tokoh didepan layar handphone atau laptop.

Pada awalnya siswa kelas VIII diberikan tugas melalui whatsapp untuk membuat kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Kemudian siswa diminta untuk memilih tema drama yang akan diperagakan. Sebelum memeragakan siswa diminta untuk membuat naskah drama terlebih dahulu dan latihan dari rumah masing-masing. Apabila mengalami kesulitan siswa bisa berkomunikasi via video call whatshapp. Setelah hari penilaian tiba kelompok siswa akan tampil sesuai urutan bergiliran mementaskan dramanya di depan guru menggunakan zoom. Siswa kelas VIII menjadi bersemangat karena ini pentas online pertama yang mereka dapatkan. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran role playing atau bermain peran dengan menggunakan zoom dianggap efektif dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh, khususnya untuk siswa kelas VIII SMPN 9 Salatiga. (bs2/ton)

Baca juga:   Efektivitas Group Investigation dalam Belajar Recount Text

Guru SMP Negeri 9 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya