Guru PPKn Mentor Karakter di Kelas

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tidak bisa dipungkiri penanaman nilai-nilai karakter bangsa ujung tombaknya adalah guru di sekolah. Lebih-lebih adalah guru PPKn yang setiap saat selalu mendengungkan dan menancapkan nilai-nilai karakter di setiap relung hati anak didiknya supaya menjadi pribadi yang punya karakter handal, tangguh dan mumpuni di setiap langkah kehidupannya di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Untuk itu guru PPKn di SMK Negeri 2 Salatiga harus bisa menjadi mentor nilai-nilai karakter dikelas, karena guru di kelas diibaratkan sebagai dalang dan wayangnya adalah siswa. Baik buruknya suatu karakter siswa tidak bisa terlepas dari peran guru dalam mendidik, memberi keteladanan, contoh dan mentor yang mengena pada setiap pembelajaran di kelas maapun di luar kelas.

Menurut Thomas Lickona, guru memiliki tiga kekuatan untuk menanamkan karakter pada diri siswa. Guru dapat menjadi penyayang yang efektif, dapat menjadi seorang model dan menjadi mentor yang beretika. Hal tersebut yang sudah dilakukan oleh guru PPKn di SMK Negeri 2 Salatiga, di dalam menanamkan karakter siswa didiknya supaya tertanam dan terpatri dalam setiap sanubari siswanya. Tujuannya mempersiapkan siswa didiknya siap dan bersaing dalam dunia kerja di manapun ia berada.

Baca juga:   Role Playing Berbantu Aplikasi Zoom Cloud Meetings Tingkatkan Hasil Belajar Administrasi Humas dan Keprotokolan

Tiga kekuatan untuk menanamkan dan menumbuhkan karakter pada siswa SMK Negeri 2 Salatiga adalah: Guru sebagai penyayang. Selain sebagai pendidik guru harus bisa sebagai teman, sahabat dan orang tua untuk siswa dengan harapan siswa akan merasa nyaman, terayomi, merasa di perhatikan oleh guru. Dengan demikian siswa akan terbangun kepercayaan diri yang kuat dan utuh. Maka guru akan mudah masuk dari segala penjuru dalam menanamkan karakter yang diinginkan pada diri siswanya guna persiapan bekal di kemudian hari, karena karakter yang baik adalah aset yang berharga pada diri siswa, generasi muda di Indonesia pada umumnya. Yang kedua guru sebagai model untuk siswanya. Ada pepatah “guru digugu lan ditiru”. Ungkapan Jawa itu selalu benar sepanjang masa. Guru harus sebagai role model, sebagai panutan, teladan bagi siswanya baik di dalam kelas, keluarga mauapun di masyarakat. Dengan demikian guru harus benar-benar mempersiapkan diri sebaik mungkin menjadi kiblat, panutan bagi siswanya. Yang ketiga guru sebagai mentor dalam pembentukan karakter. Guru adalah mentor karakter yang tangguh dan handal dalam membentuk karakter siswa. Siswa akan terpatri dengan motivasi dan semangat yang positif, menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa, cinta tanah air, patriotisme, nasionalisme, rela berkorban, saling membantu, tolong menolong dan rasa empati yang tinggi terhadap sesama.

Baca juga:   PJJ IPS Lebih Menyenangkan dengan Media Film

Untuk menumbuhkan karakter siswa yang tangguh tidak bisa terlepas dari kesadaran diri siswa, dukungan, motivasi dan peran dari semua pihak. Antara lain, orang tua di rumah, sekolah, guru, BK dan masyarakat sekitarnya. Kesadaran, dukungan dari semua pihak itulah yang akan membentuk karakter pada diri siswa sehingga tidak mudah luntur oleh pengaruh-pengaruh negatif perkembangan teknologi.

Dengan demikian untuk membentuk karakter yang kuat dan tangguh pada diri siswa tidak semudah membalikkan tangan. Perlu adanya komitmen, ketekunan dan keseriusan dari semua pihak yang terkait secara terus menerus untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter dalam kehidupan sehari-hari di masa yang akan datang. (bs2/ton)

Guru PPKn SMK Negeri 2 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya