Status WhatsApp sebagai Motivasi Peningkatan Kualitas Tugas PJJ IPA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak tantangan yang dihadapi oleh guru dan peserta didik dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PJJ harus disiasati dengan baik oleh guru sehingga dapat diikuti oleh peserta didik secara maksimal. Berbagai inovasi metode dan media pembelajaran diterapkan menyesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Selain disesuaikan dengan materi, pemilihan metode dan media pembelajaran juga harus mempertimbangkan karakter peserta didik serta sarana dan prasarana yang mereka miliki di rumah mengingat seluruh proses pembelajaran dilakukan peserta didik di lingkungan rumah masing-masing.

SMP N 1 Pageruyung memutuskan untuk melaksanakan PJJ secara daring (online) menggunakan platform Google Clasroom pada kondisi pandemi ini. Pembelajaran yang dilakukan secara daring (online) tentu berkaitan erat dengan penggunaan telepon genggam (handphone). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada sampel peserta didik, diketahui bahwa hampir sepanjang hari handphone ada dalam genggaman tangan mereka. Penggunaan handphone tersebut tidak sepenuhnya berkaitan dengan pembelajaran, justru sebagian besar waktunya digunakan untuk bermain game dan media sosial online. Media sosial online sangat populer dalam masyarakat, termasuk remaja-remaja usia SMP. Media sosial yang umum digunakan adalah WhatsApp. Menu yang menarik dalam WhatsApp adalah status WhatsApp. Postingan yang dibuat pada menu ini akan bertahan selama 24 jam. Status WhatsApp digunakan untuk menampilkan kegiatan sehari-hari maupun hal-hal yang dianggap menarik.

Baca juga:   Pembelajaran RME Mudahkan Siswa Pahami Materi Luas Prisma

Selama pelaksanaan PJJ, penulis mengalami kesulitan dalam memotivasi peserta didik untuk mengirimkan tugas. Tugas yang dikirimkan tidak mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini umum dialami oleh guru selama masa pandemi karena tidak ada pertemuan secara langsung antara guru dan peserta didik.

Berdasarkan hal tersebut, penulis berusaha memanfaatkan hal-hal yang disukai peserta didik untuk hal positif berkaitan dengan pembelajaran. Pada penugasan beberapa materi pembelajaran IPA kelas 8, penulis menggunakan menu status WhatsApp untuk meningkatkan kualitas tugas dan partisipasi pengiriman tugas online oleh peserta didik. Misalnya pada materi pokok Tekanan, guru meminta peserta didik melakukan percobaan berkaitan dengan Hukum Archimedes setelah mempelajari materi yang disampaikan. Percobaan yang dilakukan direkam dalam bentuk video, kemudian diposting dalam menu status WhatsApp. Terdapat beberapa ketentuan dalam melakukan postingan status, yaitu : 1) postingan tersebut harus di tangkap layar (screenshot) paling tidak setelah dilihat oleh 15 orang; 2) hasil tangkap layar dikirim melalui menu tugas dalam platform Google Classroom mata pelajaran IPA.

Baca juga:   Implementasi PJBL pada Mata Pelajaran Prakarya

Setelah beberapa kali menggunakan teknik ini, diperoleh hasil bahwa tingkat partisipasi peserta didik dalam pengiriman tugas secara daring meningkat. Kualitas tugas yang dikirim juga meningkat. Karena harus ditampilkan pada status media sosial, maka peserta didik berusaha untuk mengirimkan tugas terbaik yang dapat mereka buat. Tentu peserta didik akan merasa bangga jika apa yang mereka tampilkan dilihat oleh orang lain.

Hal ini dilakukan oleh guru karena pemberian tugas tidak bisa dilepaskan dari proses pembelajaran. Pada saat menyusun tugas, berbagai hal harus diperhatikan oleh guru. Tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya mempertimbangkan tujuan yang akan dicapai, jenis tugas dan tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik, ada petunjuk yang dapat membantu dan sediakan waktu yang cukup (Abdul Majid, 2015). Selain sebagai alat evaluasi, pemberian tugas juga berfungsi untuk mengembangkan berbagai karakter misalnya karakter tanggung jawab, kerjasama dan kedisiplinan. (lbs1/ton)

Guru IPA SMP N 1 Pageruyung.

Author

Populer

Lainnya