Tiga Kakek Kerjasama Curi 14 Kambing di 7 Lokasi

  • Bagikan
GELAR PERKARA: Ketiga pelaku saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Pekalongan Rabu (16/6). (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Komplotan spesialis pencuri kambing ternak berhasil dibekuk Jajaran Reskrim Polres Pekalongan. Mereka adalah

Beny Rusli, Zainal Arifin, dan Sodikun. Dalam tiga bulan mereka telah mencuri 14 ekor kambing dari tujuh lokasi.

Ketiganya bukan warga Kabupaten Pekalongan. Beny, 53, asal Cirebon, Zainal Arifin, 59, Pemalang, dan Sodikun, 50, asal Brebes. Namun selama ini mereka beraksi di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Saat beraksi, para pelaku tak butuh alat khusus. Mereka memiliki keahlian agar kambing tidak gaduh saat hendak mereka bawa kabur. Beny mengungkapkan, hanya butuh mengelus-elus dada kambing lalu membopongnya keluar dari kandang.

“Biar kambing tidak bersuara ya jangan kasar. Kalau sudah begitu kami tinggal bopong lalu masukkan ke mobil,” ungkap kakek empat cucu ini.

Pelaku menyewa mobil untuk mengangkut kambing. Kambing-kambing curian, mereka jual ke wilayah Tegal dan Brebes. Harganya kisaran Rp 500 ribu – Rp 2 juta. Tergantung bobot. Beny mengaku, sudah ada pelanggan yang siap membeli.

“Hasil penjualan kami bagi dan untuk belanja kebutuhan masing-masing,” tambahnya.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan kehilangan kambing di Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni. Dari pendalaman, akhirnya geng kakek-kakek spesialis pencuri kambing ternak itu berhasil diringkus.

“Mereka ini memang spesialis dan pawang kambing. Ketiganya juga residivis kasus pencurian,” katanya.

Ia menjelaskan, semula ketiga kakek itu tergabung dalam geng pencuri masing-masing. Namun karena sudah tak terpakai, mereka dikeluarkan dan membentuk kelompok baru.

Empat belas ekor kambing yang mereka gondol merupakan milik peternak di tujuh lokasi. Yakni di Kecamatan Karanganyar, Bojong, Kedungwuni, dan empat lokasi di Talun. Mereka beraksi selama tiga bulan, yakni Maret-Mei 2021.

“Kami imbau para pemilik hewan ternak mewaspadai kejadian serupa. Apalagi ini jelang Idul Adha,” pesannya. (nra/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *