Pemahaman Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia melalui Model Numbered Head Together

Oleh : Dwi Siska Oktariyanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran IPS menekankan pemahaman siswa terhadap suatu materi. Maka, guru harus menggunakan model pembelajaran yang aktif, menyenangkan, mengangatkan suasana kelas. Dan tentunya pemahaman materi dapat tersampaikan sempurna kepada siswa.

Guru sebagai fasilitator utama yang bisa menggerakkan siswanya belajar aktif dalam memahami suatu materi yang akan diajarkan guru. Tidak terkecuali siswa-siwa kelas 8 SMPN 4 Sragi Kabupaten Pekalongan yang masih belum aktif dalam pembelajaran IPS terutama materi Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia. Subbab ini menuntut siswa paham latar belakang kedatangan bangsa barat ke Indonesia serta memahami peta jalur awal kedatangan bangsa barat ke Indonesia beserta tanggal, tahun dan tokoh-tokohnya.

Untuk mengatasi kepasifan siswa di dalam kelas guru menerapkan model pembelajaran Number Head Together (NHT). Teknik belajar mengajar kepala bernomor (number head together) dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992).

Teknik ini memberikan kesempatan pada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Juga mendorong siswa meningkatkan semangat kerja sama mereka.

Model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada keaktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya di presentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006).

Number head together merupakan salah satu tipe pembelajaran yang kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Kagem dalam Ibrahim (2000:28) mengatakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif tipe number head together. Yaitu hasil belajar akademik struktural bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Pengakuan adanya keragaman bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang. Dan pengembangan keterampilan sosial bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Baca juga:   Meningkatan Pemahaman Materi Bangun Datar Segi Tiga dan Segi Empat dengan Kertas Origami

Manfaat model pembelajaran number head together dikemukakan Lundgren dalam Ibrahim (2000:18) antara lain rasa harga diri siswa menjadi lebih tinggi, memperbaiki jumlah kehadiran siswa. Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar. Langkah-langkah number head together yaitu guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat skenario pembelajaran lembar kerja siswa yang memuat materi Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia. Lalu guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 sampai 5 orang siswa.

Guru membagi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda, sesuai jumlah siswa di dalam kelompoknya. Selain itu dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok. Tiap kelompok harus memiliki buku paket IPS Terpadu yang sudah dimiliki setiap siswa. Agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan lembar kerja siswa pada materi Kedatangan bangsa barat ke Indonesia yang merupakan pokok materi sebuah permasalahan yang akan dibahas.

Diskusi masalah dalam kerja kelompok. Guru membagikan lembar kerja siswa dengan materi kedatangan bangsa barat ke Indonesia sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berfikir bersama, menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan di lembar kerja siswa atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.
Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban. Dalam tahap ini guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas. Selanjutnya, memberi kesimpulan. Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan di materi kedatangan bangsa barat ke Indonesia.

Baca juga:   Tantangan dan Hikmah Pembelajaran Daring

Dengan model pembelajaran number head together ternyata siswa-siwa SMPN 4 Sragi lebih paham materi kedatangan bangsa barat ke Indonesia. Mereka tidak bingung lagi jalur peta kedatangan bangsa barat ke Indonesia. Di samping itu mereka juga aktif bersemangat serta percaya diri dalam pembelajaran di kelas.

Model number head together berdampak juga pada naiknya nilai ulangan mata pelajaran IPS di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sudah ditetapkan sekolah. (ti1/lis)

Guru IPS SMPN 4 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya