Belajar Lagu Tradisional Makin Asyik dengan Tayangan Video

Oleh : Endang Retno Haryati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Wabah Covid19 yang telah melanda di dunia ini memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Untuk itu pemerintah telah melarang untuk berkerumun, pembatasan sosial (sosial distancing) dan menjaga jarak fisik, memakai master, dan selalu cuci tangan. Kementerian kebudayaan dan pendidikan telah melarang sekolah-sekolah dari tingkat SD sampai perguruan tinggi untuk tatap muka dan melakukan perkuliahan atau pembelajaran secara daring atau online.

Belajar secara online atau daring menuntut siswa mempersiapkan sendiri pembelajarannya, mengevaluasi, mengatur, dan secara simultan mempertahankan motivasi dalam belajar. Di samping itu juga ada kelemahan pembelajaran daring siswa tidak terawasi dengan baik secara proses pembelajaran daring, sehingga siswa tidak fokus belajar dan kurangnya kedisiplinan.

Pelaksanaan pembelajaran menjadi tidak maksimal dikarenakan tidak tersedianya sarana prasarana pembelajaran di lingkungan tempat tinggal siswa, kurangnya keamanan dan bimbingan dalam melakukan aktivitas sehingga sumber belajar yang minim dan kurangnya kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran. Dalam keadaan atau situasi bagaimana pun guru selalu dituntut untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan, sesuai amanat pemerintah dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam proses pembelajaran pendidikan kurikulum 2013 pendidikan harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik dalam berpartisipasi aktif dalam memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai bakat minat peserta didik.

Baca juga:   Rotasi Bumi dalam Video Pembelajaran Daring

Bagi generasi zaman now, mata pelajaran seni budaya materi lagu tradisional atau daerah dianggap mata pelajaran yang kurang menarik. Bahkan setiap jam pelajaran ini, tidak sedikit siswa yang kurang antusias. Termasuk saat materi lagu tradisional atau daerah di kelas. Karena dianggap kuno atau ketinggalan jaman.

Penulis yang mengajar seni budaya materi ini di SMPN 7 Salatiga merasa prihatin dengan peserta didik zaman sekarang yang kurang berminat dengan materi ini. Padahal lagu daerah atau lagu tradisional merupakan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan supaya tidak punah. Karena itu penulis berusaha untuk membuat peserta didik tertarik dan menyukai lagu tradisional atau daerah. Langkah yang penulis tempuh adalah denga menayangkan video lalu dikirim ke WA grup peserta didik karena saat ini pembelajaran melalui daring.

Setelah di-share di WA grup kelas, peserta didik melihat, menyaksikan, dan menikmati video lagu tradisional atau daerah tersebut sampai selesai, kemudian peserta didik diberi tugas untuk membawakan lagu tradisional yang ada di bumi nusantara ini seperti yang sudah dicontohkan dalam tayangan video.

Baca juga:   Pembelajaran Bermain Peran pada Materi Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

Selanjutnya peserta didik mengirim tugas rekaman video lagu tradisional atau daerah secara individu di WA guru (guru mapel seni budaya) dengan durasi waktu 2 x pertemuan (2 minggu).

Dengan pembelajaran lewat video, ternyata peserta didik sangat tertarik dan antusias mengirim video lagu tradisional atau daerah tersebut. Bahkan ada peserta didik yang mengirimkan dua video. Ternyata dengan cara ini siswa menjadi antusias dalam pembelajaran lagu tradisional atau daerah, dan hasil yang dicapai siswa khususnya materi lagu daerah atau tradisional terjadi peningkatan.

Banyak manfaat yang diperoleh dari cara ini. Siswa bisa antusias dalam belajar menjadi aktif, percaya diri, juga rasa nasionalisme atau kebangsaan untuk cinta tanah airnya tertanam. (ss1/lis)

Guru Seni Budaya SMP N 7 Salatiga

Author

Populer

Lainnya