Atasi Kesulitan Belajar Bangun Ruang dengan Video Pembelajaran

Oleh : Siti Rahayu S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAKSANAAN pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan selama pandemi Covid-19 dengan belajar dari rumah (BDR) menimbulkan banyak kendala. Salah satunya adalah ketidakefektifan dalam penyampaian materi pembelajaran. Karena guru tidak bisa menerangkan secara langsung materi pembelajaran kepada siswa. Sedangkan siswa harus mempelajari sendiri melalui modul pembelajaran, khususnya muatan pelajaran Matematika kelas VI semester 2 dengan materi KD 3.7 volume dan luas permukaan bangun ruang.
Pada awal pembelajaran KD 3.7 tentang Volume dan Luas Permukaan Bangun ruang diajarkan di kelas VI SDN 02 Mulyoharjo dilakukan dengan belajar sendiri yaitu dengan cara membaca modul. Setelah dilakukan evaluasi, ternyata hasil belajar mereka sangat rendah. Hanya beberapa siswa yang tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, lebih banyak siswa yang belum tuntas. Dari hasil investigasi terhadap siswa, disimpulkan bahwa mereka tidak memahami materi yang dipelajari sehingga kesulitan dalam memecahkan masalah untuk menghitung volume dan luas permukaan bangun ruang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, para guru akhirnya mencari solusi pemecahannya agar siswa bisa dengan mudah memahami materi volume dan luas permukaan bangun ruang yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih efektif di dalam PJJ. Salah satunya dengan menggunakan media video pembelajaran.
Media video pembelajaran merupakan serangkaian gambar gerak yang disertai suara yang membentuk suatu kesatuan yang dirangkai menjadi alur pesan–pesan di dalamnya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang disimpan dengan proses penyimpanan pada pita atau disk (Arsyad, 2004:38 dalam Rusman dkk, 2011:218).

Baca juga:   SAVI Bikin Menari Lebih Berenergi

Video pembelajaran yang digunakan dalam mempelajari Volume dan Luas Permukaan Bangun Ruang ada dua, yaitu pertama, video pembelajaran yang dibuat sendiri dengan sederhana. Yaitu guru membuat skenario pembelajaran dengan menyiapkan materi yang akan diajarkan secara singkat dan padat, kemudian beraksi seolah–olah sedang mengajar di dalam kelas dan direkam. Kedua, video pembelajaran yang diambil dari video–video pembelajaran yang sudah ada di Youtube yang disesuaikan dengan materi volume dan luas permukaan bangun ruang. Selanjutnya video pembelajaran tersebut dikirim kepada siswa melalui whatsapp group kelas untuk disimak dan dipelajari secara berulang–ulang.

Setelah waktu belajar yang sudah ditentukan selesai dan dilakukan evaluasi, kemudian hasilnya dianalisa. Ternyata terdapat perubahan hasil belajar yang cukup meningkat. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas, jumlahnya jauh melebihi siswa yang tidak tuntas. Berdasarkan kenyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa PJJ dengan sistem BDR di masa pandemi Covid-19 tidak akan mengalami kendala dalam mengajarkan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Dengan syarat, guru harus bisa mencari dan menemukan strategi pembelajaran yang tepat dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat agar materi pembelajaran bisa diterima dan dipahami dengan baik sehingga hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan. (ag1/ida)

Baca juga:   Lari Cepat karena Didukung Kesegaran Jasmani

Guru SDN 02 Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang.

Author

Populer

Lainnya