Vertikultur Solusi Praktik Siswa di Lahan Sempit

Oleh : Muhammad Wasit Abdul Aziz, SP

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pertumbuhan penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 hingga September 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa. Penambahan jumlah penduduk yang semakin banyak akan mengurangi lahan pertanian yang tersedia.

SMK Negeri 1 Ngablak menerapkan teknologi vertikultur sebagai salah satu solusi pelaksanaan praktik siswa di lahan sempit. Vertikultur berasal dari bahasa inggris, yaitu vertical dan culture. Vertikultur merupakan teknik bercocok tanam di ruang/lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertical sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.

Tujuan vertikultur untuk memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal. (Temmy, 2003). Kelebihan vertikultur di antaranya efisiensi penggunaan lahan, penghematan pemakaian pupuk dan pestisida, dapat dipindahkan dengan mudah dan mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman.

Pertanian vertikultur tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana alami yang menyenangkan. Model, bahan dan ukuran wadah banyak bervariasi tinggal disesuaikan dengan kondisi dan keinginan. Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segitiga atau dibentuk mirip anak tangga. Bahan dapat berupa pot plastik dengan berbagai bentuk, bambu, pipa pralon, kaleng bekas.

Baca juga:   Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Politik

Media tanam merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan dalam budidaya tanaman. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya mempengaruhi hasil produksi. Media tanam berfungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan meyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuh- tumbuhan mendapatkan sebagian besar nutrisinya. Media tanam yang digunakan sebaiknya campuran antara tanah, pupuk kompos dan sekam dengan perbandingan 1 ;1 ;1. Setelah semua bahan terkumpul, dilakukan pencampuran hingga merata.

Jenis tanaman yang akan dibudidayakan sebaiknya disesuaikan dengan wadah yang tersedia atau kemampuan wadah dalam menyiapkan media untuk kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Langkah-langkah dalam melakukan penanaman dan pemeliharaan dengan teknik vertikultur : siapkan wadah penanaman, kemudian isi dengan media yang telah disiapkan. Keluarkan bibit semai beserta medianya dari dalam wadah penyemaian. Kemudian masukkan bibit ke dalam wadah penanaman sampai batas leher tanaman. Lalu padatkan media di sekitar permukaan media. Amati perkembangan tanaman setiap hari. Lakukan penyiraman, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit serta kegiatan pemeliharaan lain yang diperlukan.

Baca juga:   Alquran Mengajarkan Sikap Tolerasi dan Kedamaian

SMK Negeri 1 Ngablak memiliki luas lahan yang relatif sempit yaitu 2 ha yang terdiri dari gedung dan lahan praktik. Memiliki tiga kompetensi keahlian, salah satunya Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Jumlah siswa kompetensi keahlian ATPH hampir mencapai 432 siswa. Ketersediaan lahan praktik yang terbatas membutuhkan suatu solusi agar siswa dapat melaksanakan praktik secara optimal. Vertikultur telah diterapkan di SMK Negeri 1 Ngablak terutama kompetensi keahlian ATPH dalam rangka pemenuhan kebutuhan praktik siswa.

Vertikultur sebagai salah satu solusi pelaksanaan praktik siswa kompetensi keahlian ATPH di lahan sempit yang sangat efektif. (pm2/lis)

Guru Produktif Pertanian SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya