Menulis Job Application Letter dengan Model Pembelajaran Hybrid Learning

Oleh: Siti Hudatul Muniroh, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi ini, guru dituntut melakukan pembelajaran yang cerdas, kreatif dan inovatif. Guru telah melakukan berbagai teknik pembelajaran agar peserta didik mampu menyerap materi yang disampaikan secara mudah dan tidak membosankan. Termasuk surat lamaran pekerjaan (job application letter) walaupun tidak sedikit guru yang kurang menguasai teknologi sehingga tujuan pembelajaran belum maksimal.

Guru perlu melakukan pendekatan yang komprehensif untuk menggabungkan kegiatan terbaik dengan pembelajaran tatap muka dan online. Terutama bagi sekolah yang diizinkan pemerintah untuk melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) seperti SMA Negeri 1 Kota Mungkid yang telah melaksanakannya April tahun ini selama dua pekan. Salah satu model pembelajaran yang diterapkan adalah hybrid learning.

Di masa pandemi ini, banyak peserta didik yang kurang bersemangat dalam belajar dengan berbagai alasan. Karena tidak punya kuota internet, tidak ada sinyal, pembelajaran tidak menarik, tidak bisa memahami materi yang disampaikan dan segudang alasan yang lain.
Dengan hybrid learning diharapkan peserta didik semangat dan tidak bosan dalam pembelajaran sehingga materi yang disampaikan bisa diserap dan dipahami dengan baik.

Menulis job application letter merupakan materi kelas dua belas yang harus dikuasai peserta didik sebagai bekal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Lebih-lebih ketika akan melamar pekerjaan setelah lulus nanti. Pembelajaran hybrid adalah model pembelajaran dimana beberapa siswa menghadiri kelas secara langsung. Sementara yang lain bergabung dengan kelas secara virtual dari rumah (Thomas Arnett, 2020:37).

Baca juga:   Independent Awareness Training Tingkatkan Kemampuan Menulis Naskah Pidato

Dalam melaksanakan pembelajaran menulis job application letter dengan model pembelajaran hybrid learning akan memberikan pengalaman belajar peserta didik sesuai kapasitas semangat belajar masing-masing.

Waktu pembelajaran tatap muka dan online dalam satu waktu bisa dimanfaatkan untuk kerja kelompok dengan bimbingan guru setelah guru menjelaskan berbagai hal terkait surat lamaran pekerjaan dalam bahasa Inggris.

Pembelajaran bisa dilakukan dengan, pertama guru mengelompokkan siswa yang terdiri dari empat siswa. Dua siswa tatap muka dan dua siswa jarak jauh. Kedua, setiap kelompok ditunjuk satu siswa sebagai ketua. Ketiga, setiap siswa diminta mempelajari kembali petunjuk dan contoh job application letter yang telah diberikan guru atau dari sumber lain yang diperoleh secara mandiri. Keempat, setiap siswa menyampaikan penjelasan singkat dari materi yang dipelajari. Kelima, guru memberikan job application letter dalam bentuk kalimat acak.

Keenam, secara berkelompok siswa menyusun job application letter. Ketujuh, kelompok yang sudah selesai, menayangkan hasilnya di forum Google Classroom dan siswa yang lain menanggapinya. Sebaiknya ada perwakilan dari siswa yang tatap muka dan dari siswa yang online. Jadi semua siswa terlibat dalam seluruh kegiatan pembelajaran.

Baca juga:   Menguasai Descriptive Text Menggunakan Student Teams Achievement Division

Tidak ada model pembelajaran yang paling baik kecuali model pembelajaran yang sesuai kondisi terutama kondisi siswa. Seperti halnya hybrid learning. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam model pembelajaran ini adalah jangan ragu selalu mendesain langkah-langkah pembelajaran setiap materi pada kompetensi dasar. Lihatlah kekuatan yang muncul pada setiap pembelajaran, desain ulang untuk mengakomodasi kelemahan pada pembelajaran. Gunakan pekerjaan online untuk menawarkan rencana pembelajaran yang ditargetkan.

Ekstensi atau pengajaran satu-satu untuk setiap siswa dengan memanfaatkan sosial media saat ini sangat dibutuhkan oleh siswa. Dan sangat membantu pemahaman siswa antara satu dengan siswa yang lain. Sediakan opsi pembelajaran online atau tatap muka yang bervariasi untuk menghindarkan kejenuhan.

Bersikaplah terbuka terhadap umpan balik dan benar-benar belajar dari pengalaman guru dan siswa. Jangan membebani tugas online yang berlebihan hanya karena dapat diselesaikan di mana saja siswa berada. Kemampuan siswa sangat penting untuk diperhitungkan karena tanpa diperhatikan hal ini bisa berdampak pada kegagalan dalam pembelajaran. Model pembelajaran hybrid ini diharapkan cocok untuk dilaksanakan d imasa pandemi ini bahkan setelah kondisi normalpun bisa diterapkan. (pm1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya