Jari-Jari Akuntansi Tingkatkan Hasil Pembelajaran Ekonomi SMA pada Materi Siklus Akuntansi

Oleh: Bono Sayogo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam masa pandemi Covid-19 semua lini kehidupan menjadi berubah 180 derajat. Begitu juga dalam pendidikan, yang sebelumnya terjadi interaksi nyata bertatap muka antara guru dan siswa menjadi interaksi secara virtual. Hal ini berdampak terhadap kualitas transfer ilmu dari guru ke siswa. Dampak riil yang terjadi adalah minimnya tingkat pemahaman siswa dan konsentrasi siswa agar lebih fokus mengikuti pembelajaran.

Guru sebagai fasilitator diharapkan dapat berperan aktif dalam proses transfer ilmu pengetahuan secara menyeluruh, sehingga dalam penyampaiannya diperlukan teknik dan strategi khusus agar peserta didik menjadi tertarik. Tidak bosan dan mau mengerjakan apabila diberikan penugasan.

Salah satu strategi pembelajaran yang dilaksanakan penulis adalah “jari-jari akutansi”.Jari-jari akuntansi adalah istilah yang digunakan karena menggunakan jari-jari sebagai media untuk belajar.

Sebelumnya, pembelajaran materi siklus akuntansi perusahaan jasa pada indikator menentukan debet dan kredit serta saldo normal pada semua akun, pembelajaran hanya berdasarkan teori dan peserta didik membaca teori dan latihan soal. Ternyata hasil pembelajaran kurang memuaskan.
Namun dengan metode jari-jari akuntansi peserta didik dapat memahami dengan baik dan menerapkannya dalam membuat jurnal dan memposting dan akhirnya mengetahui saldo normal masing-masing akun. Akhirnya hasil pembelajaran ini meningkat.

Akuntansi adalah salah satu pelajaran yang penting bagi siswa jurusan ilmu pengetahuan sosial. Namun dilihat dari minat dan prestasi belajar siswa terkadang kurang memuaskan. Mereka menganggap memahami akuntansi sulit, dan membingungkan terutama dalam hal menentukan debet dan kredit. Padahal menentukan debet dan kredit menjadi dasar dalam pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum dan proses pencatatan akuntansi berikutnya.

Baca juga:   Peningkatan Motivasi Belajar Fisika Materi Relativitas melalui Think Pair Share

Maka penggunaan metode pembelajaran yang tepat pada indikator menentukan letak debit/kredit saldo normal pada semua akun dapat menyebabkan proses kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik dan prestasi lebih baik.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (dalam https://idcloudhost.com), metode pembelajaran mempunyai beberapa fungsi tertentu. Salah satunya adalah alat motivasi ekstrinsik. Sebuah metode pembelajaran berperan sebagai alat motivasi ekstrinsik atau motivasi dari luar untuk siswa. Sehingga siswa bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.

Aplikasi jari-jari akuntansi sebagai salah satu metode pembelajaran yang dianggap tidak biasa sehingga dalam pelaksanaannya dapat mempermudah peserta didik mempelajari mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar Menganalisis siklus akuntansi perusahaan jasa pada indikator menentukan letak debit/kredit saldo normal pada semua akun, telah dilaksanakan di kelas XII IPS SMA Negeri 1 Candimulyo tahun 2020.
Metode jari-jari akuntansi menggunakan jari-jari tangan untuk membuat peserta didik mudah dalam mengingat dan membedakan akun-akun yang akan didebet atau dikredit. Jari-jari tangan kanan ataupun kiri dipakai sebagai model. Pada ibu jari mewakili kelompok akun harta, jari telunjuk untuk kelompok utang. Jari tengah mewakili kelompok modal. Jari manis untuk akun pendapatan dan jari kelingking untuk akun beban atau biaya.

Baca juga:   Optimalkan Home Visit untuk Membantu Peserta Didik

Untuk menentukan akun yang didebet dan dikredit, untuk jari-jari yang pinggir yaitu ibu jari dan kelingking mewakili harta dan beban posisi saldo normalnya debet. Sehingga jika bertambah debet jika berkurang kredit. Sedangkan untuk jari-jari di tengah, yaitu telunjuk, jari tengah dan jari manis yang mewakili utang, modal dan pendapatan, posisi normalnya kredit. Sehingga jika bertambah dicatat kredit dan jika berkurang debet. Metode jari-jari akuntansi juga memudahkan dalam menentukan kode akun. Dapat diurutkan dari ibu jari kelompok akun berawalan 1 berarti untuk harta. Jari telunjuk diberi nomor akun berawalan 2 berarti untuk utang. Jari tengah diberi nomor akun berawal 3 untuk kelopok akun modal. Jari manis diberi nomor akun berawalan 4 untuk kelompok akun pendapatan dan jari kelingking diberi nomor akun berawalan 5 untuk kelompok akun beban.

Metode ini lebih mudah dipakai peserta didik untuk belajar penentuan akun debet dan kredit yang akan menjadi dasar pembelajaran akuntansi berikutnya. Dengan metode jari-jari akuntansi ternyata lebih dapat meningkatkan hasil pembelajaran ekonomi akuntansi. (pm1/lis)

Guru Ekonomi SMAN 1 Candimulyo, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya