Pengajaran Bahasa Inggris Asyik dengan Sway

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini memerlukan persiapan dan juga ide kreatif. Hal ini sangat diperlukan agar peserta didik tidak merasa bosan dan tertarik mempelajari materi yang diberikan oleh guru. Pemilihan media pembelajaran yang menarik memerlukan waktu yang cukup lama. Sebagai guru, hal itu merupakan kesulitan tersendiri.

Jika metode maupun media yang dipilih tidak tepat, maka akan menimbulkan kejenuhan pada peserta didik. “Dalam pembelajaran abad ke-21, mata pelajaran dibingkai oleh kompetensi pembelajaran dan inovasi. Diperlukan dukungan kompetensi pemanfaatan informasi,media, dan teknologi. Kompetensi inovasi tentu saja memerlukan dukungan proses pembelajaran yang dapat memperkuat kreativitas melalui kemampuan kritis” (Abdul Muis Joenaidy, Guru Asyik, Murid Fantastic, Diva Press, 2018).

Pembelajaran bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang memerlukan kemampuan berpikir kritis dari peserta didik. Salah satu sebabnya karena pelajaran bahasa Inggris masih merupakan hal yang baru bagi sebagian peserta didik.

Pelajaran bahasa Inggris mulai diberikan pada saat peserta didik masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini membuat beberapa peserta didik yang memang belum pernah belajar bahasa Inggris merasa kesulitan. Menumbuhkan ketertarikan peseta didik untuk mempelajari bahasa Inggris memerlukan inovasi dan kreatifitas guru. “Belajar itu asyik bisa terwujud jika guru mau berinovasi, berkreasi, serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini dapat terwujud dengan memvariasikan metode pembelajaran, menggunakan berbagai model pembelajaran, menggunakan games atau permainan, dll” (Erwin Widiasworo, Strategi Pembelajaran Edutainment Berbasis Karakter Ar Ruzz Media, 2018).

Baca juga:   Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa dalam Menggambar Grafis

Salah satu media yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di masa pandemi ini adalah Microsoft Sway. Sway bisa dijadikan salah satu media menyampaikan materi pada peserta didik. Saat pertama menggunakan Sway, bisa dimulai dengan menambahkan teks dan gambar kita sendiri, mencari dan mengimpor konten yang relevan dari sumber lain. Lalu biarkan Sway menyelesaikannya. Dengan Sway, kita tidak lagi dibatasi untuk memilih template siap pakai yang menjadikan tampilan presentasi tampak sama seperti milik orang lain, juga tidak harus memiliki kemampuan desain khusus untuk mengubah dan menampilkan informasi dalam cara yang modern, interaktif, dan menarik.

Dengan Sway, tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk pemformatan. Mesin desain bawaan akan membantu menyempurnakan kreasi kita. Jika desain awal tidak sesuai dengan selera atau suasana hati, kita dapat dengan mudah menerapkan desain lain atau sepenuhnya mengubah tata letak sesuai keinginan. Sangat mudah untuk berbagi Sway yang sudah selesai. Keluarga, teman, teman sekelas, dan rekan kerja dapat melihat kreasi kita di web tanpa perlu mendaftar, masuk, atau mengunduh apa pun. Kita juga dapat mengubah pengaturan privasi untuk semua Sway jika ingin lebih mengontrol hal yang dibagikan. Sway gratis digunakan oleh siapa saja yang memiliki akun Microsoft.

Baca juga:   Sujud Lebih Bermakna dengan Metode Sidemon

Penggunaan Sway yang mudah ini pastinya akan membuat guru lebih bisa kreatif menyajikan materi untuk peserta didiknya. Hal ini tentu akan membuat peserta didik lebih tertarik untuk mempelajari materi baru yang diajarkan oleh guru.

Jadi tidak akan menjadi hal yang sulit lagi bagi guru untuk menyajikan materi yang menarik bagi peseta didik jika memanfaatkan Sway dalam pembelajaran. (ss1/lis)

Guru SMPN 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya