Meningkatkan Kualitas Aktivitas Pembelajaran dengan Mind Mapping

Oleh : Ari Yuniawan, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pemeran utama dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah) adalah guru dan siswa. Proses pembelajaran menjadi efektif jika guru yang berperan sebagai fasilitator mampu merencanakan dan memfasilitasi peserta didik mengeksplorasi sampai dengan mengkomunikasikan sebuah kompetensi (materi pokok) menjadi sebuah nilai yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

Hasil Pembelajaran IPA di SDN 16 Mulyoharjo khususnya materi rotasi dan revolusi bumi di tahun pelajaran yang telah lalu tergolong rendah. Menurut hasil refleksi penulis dengan rekan sejawat dikarenakan materi pada kompetensi tersebut sangat luas, pelaksanaan pembelajaran juga kurang interaktif, dalam proses pembelajaran banyak didominasi oleh guru sebagai sumber materi sementara siswa hanya pasif menerima. Karena proses pembelajaran yang kurang efektif tersebut membuat peserta didik menjadi cepat bosan bahkan apatis terhadap pembelajaran. Untuk itu penulis mencoba menggunakan Metode Mind Mapping dalam pembelajaran IPA materi rotasi dan revolusi bumi.

Bagus Taruno Legowo (2009: 5) mengungkapkan mind map yakni cara alternatif kegiatan berpikir menyeluruh pada otak terhadap pemikiran linear. Mind map meraih ke berbagai arah serta merangkai berbagai pikiran dari segala sisi.

Baca juga:   Menjadi Ahli sejak Dini dengan Jigsaw

Langkah Mind Mapping yang penulis lakukan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi rotasi dan revolusi bumi di rumah (disampaikan pada akhir pembelajaran materi sebelumnya). Kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi yang sama pada awal pembelajaran. 2) Guru membagi siswa dalam kelompok kecil secara heterogen berdasarkan prestasi dan kemampuan siswa yang telah dipetakan sebelumnya. 3) Guru membagikan selembar kertas yang ditengahnya terdapat gambar dan tulisan rotasi dan revolusi bumi. 4) Siswa membuat cabang untuk menempelkan gambar ataupun menulis sebuah poin yang berhubungan dengan rotasi dan revolusi bumi dan meneruskan menjadi cabang-cabang yang lebih kecil yang berhubungan dengan cabang sebelumnya. Penulisan teori maupun fenomena alam yang dialami dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan referensi yang telah dibaca ataupun yang dialami oleh seluruh anggota kelompok. Penulisan dan penempelan gambar diusahakan semenarik mungkin (dengan diberi warna-warna yang mencolok. 5) Setelah selesai masing-masing kelompok mempresentasikan di depan kelas untuk dibahas secara singkat oleh anggota kelompok lainnya dengan bimbingan dan arahan guru. 6) Peta pikiran hasil diskusi siswa yang sudah sesuai ditempelkan di majalah dinding kelas, selanjutnya guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.

Baca juga:   Menanamkan Pendidikan Karakter Siswa melalui Perkenalan Diri Berbahasa Jawa Krama Alus

Pembelajaran menggunakan metode mind mapping secara signifikan mampu meningkatkan minat dan aktifitas siswa selama mengikuti pembelajaran. Pengembangan materi juga terjadi, Hasil evaluasi juga mengalami peningkatan. Pembelajaran menggunakan metode mind mapping mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada tujuan akhirnya meningkatkan hasil evaluasi dan prestasi siswa pada kompetensi dasar Rotasi dan Revolusi Bumi ini.

Dalam Perencanaan Pembelajaran ini perlu diperhatikan dalam berbagai hal, contohnya gambar dan ilustrasi yang disiapkan, referensi yang berhubungan dengan materi perlu disiapkan, bimbingan dan arahan saat pelaksanaan diskusi juga perlu diperhatikan agar diskusi tetap pada jalur yang direncanakan. Keluasan materi juga perlu ada pembatasan karena keterbatasan waktu pembelajaran. Kemampuan berbicara dalam menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain juga perlu dilatihkan kepada siswa sebelumnya. Namun secara keseluruhan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA di SD sangat berguna dalam mengefektifkan pembelajaran. (agu1/ton)

Guru SD Negeri 16 Mulyoharjo Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya