Strategi Mengatasi Kejenuhan Belajar di Masa Pandemi

Oleh : Masnan, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI memaksa kita untuk banyak di rumah saja. Terlebih Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa penyebarannya sebagai bencana nasional non-alam. Sehingga demi menekan penularan, pemerintah menyusun sejumlah strategi agar dapat diminimalisasi. Kebijakan tersebut berlaku tidak terkecuali bagi dunia pendidikan. Hingga kemudian Mendikbud Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020; Tentang Pelaksanaan Pembelajaran secara Daring dalam Masa Darurat Covid-19.

Namun pada pelaksanaannya, kegiatan belajar dari rumah dengan model daring menimbulkan berbagai macam permasalahan. Aktivitas belajar yang biasanya dilakukan di sekolah, kemudian secara berkepanjangan dilakukan di rumah ternyata dapat membuat seseorang siswa merasa kehilangan. Terutama interaksi fisik bersama teman. Di mana sebelumnya mereka dapat bercanda dan belajar besama secara nyata, kini semua itu harus mereka pindah ke dunia maya dengan segala keterbatasannya.

Dengan keadaan tersebut, kejenuhan dalam belajar menjadi hal yang sangat wajar terjadi. Beberapa penyebabnya antara lain rutinitas yang ajeg dan terkesan monoton. Terlebih karena hampir setiap guru memberikan tugas dan seringnya mereka menatap layar. Akibatnya, kondisi mental mereka menjadi sedikit terganggu. Seperti sering murung, tugas tidak terselesaikan, mudah marah, dan lain sebagainya. Bahkan bagi sebagian orang, kondisi mental yang demikian itu dapat berakibat pada fisiknya. Misal karena kehilangan nafsu makan sehingga membuat asupan bagi tubuh menjadi kurang, kemudian sakit.

Baca juga:   Zoom Meet Tingkatkan Kemampuan Menulis Artikel

Guru BK di sekolah berperan agar dengan kondisi yang ada tidak menimbulkan depresi, stres, atau masalah psikologis lainnya. Kejenuhan dalam belajar harus segera dicegah dan diatasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu Guru BK dapat mengajak dan memberikan masukan-masukan berupa langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan oleh siswa-siswinya di sekolah, seperti yang diterapkan di SMA Negeri 2 Kroya, Cilacap, antara lain;
Satu, membuat agenda. Sering kita melupakan hal ini, padahal manfaatnya sangat baik bagi aktifitas kita agar lebih tertata dan termenej dengan rapi. Siswa-siswi dapat membuat agenda kegiatan mulai dari bangun pagi hingga malam. Agar tidak membosankan, susun kegiatan tersebut secara bervariasi dengan tetap mengutamakan jadwal pelajaran yang ada. Dua, olahraga. Tidak harus berat, cukup yang ringan-ringan saja dan dapat dilakukan di rumah. Hal ini dapat meningkatkan imun dan menjaga mood belajar. Tiga, istirahat yang cukup. Setelah melakukan berbagai aktifitas dan mengerjakan banyak tugas, tubuh kita perlu diberi waktu agar dapat segar kembali. Terutama pada malam hari, hindarilah bergadang sampai larut.

Empat, me time. Waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Kita dapat melakukan hobi seperti menonton film, membaca buku, mendengarkan musik, memasak, bermain game tapi secukupnya, merawat diri, atau apa saja yang kita sukai.

Baca juga:   Lebih Asyik Belajar Pengukuran dengan Benda Konkret

Lima, mencari teman ngobrol. Tidak harus bertemu langsung, bisa secara virtual. Kemudian dapat mengobrol topik yang ringan, santai, dan penuh canda tawa. Dapat juga saling sharing masalah yang dialami. Hanya saja kita perlu hindari topik yang toxic seperti bergosip, agar jiwa kita tidak menyerap energi negatif yang membuat hati dan pikiran kita menjadi lelah.
Enam, berdoa. Kita tidak boleh lupa untuk selalu mengucap terima kasih pada Sang Pencipta atas nikmat yang sampai saat ini masih terus kita terima. Meski menemui hal berat selama masa-masa belajar dari rumah, namun kita masih dikuatkan.

Dengan timbulnya berbagai permasalahan pada masa pandemi, sebenarnya kita dapat menimba banyak pelajaran. Di antaranya membuat kita dapat mensyukuri nikmat sehat, pentingnya manajemen waktu; karena kita perlu pandai membedakan mana kegiatan pokok dan sampingan agar tidak kacau, serta karena kegiatan kita lebih banyak di rumah, mau tak mau membuat kita mencari cara dan belajar mengatasi mengatasi kejenuhan. Dari keadaan ini kita pula, kita kemudian menyadari; pembelajaran tatap muka yang selama ini kita anggap berat atau hanya biasa-biasa saja, ternyata mengasyikkan juga, ya. (*)

Guru SMA Negeri 2 Kroya, Cilacap

Author

Populer

Lainnya