Sapa Vicall Tingkatkan Partisipasi Belajar Teks Prosedur secara Daring

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak pandemi Covid-19 melanda, dunia pendidikan terpaksa memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Menyikapi situasi tersebut, SMP Negeri 3 Kedungwuni telah mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menyelenggarakan pembelajaran secara daring.

Dalam aplikasi PJJ tersebut, setiap guru mengisi konten materi dan soal penilaian. Siswa dapat mengaksesnya dengan mudah, yaitu dengan membuka laman daring.smp3kedungwuni.com. Kemudian siswa dapat login dengan memasukkan kata sandi yang dibagikan sekolah.

Pembelajaran daring di SMP Negeri 3 Kedungwuni ini bukan tanpa masalah. Secara umum, mungkin masalah yang dialami sama seperti di sekolah lain, mulai dari ketersediaan gawai (gadget) siswa belum 100 persen, terbatasnya kuota, sampai sinyal internet yang kurang bersahabat.

Semua permasalahan tersebut telah dibahas dan dicarikan solusinya secara internal di sekolah. Masalah belum berhenti sampai di situ. Meskipun secara umum, siswa sudah dapat mengakses aplikasi PJJ sekolah. Akan tetapi, berdasarkan observasi, ternyata jumlah siswa yang mengakses konten PJJ belum sesuai harapan, yakni baru sekitar 50 persen.

Melihat kenyataan tersebut, sekolah kemudian merumuskan sebuah tindakan untuk meningkatkan partisipasi siswa mengakses aplikasi PJJ sekolah. Tindakan tersebut yaitu sapa vicall (menyapa dengan video call). Sebenarnya, selama pembelajaran daring, guru selalu menyapa siswa di awal kegiatan pembelajaran melalui grup WhattsApp di setiap kelas. Tetapi, sapaan itu bersifat umum untuk seluruh siswa dan hanya melalui tulisan (chat). Jadi, perbedaannya dengan sapa vicall ini adalah guru menyapa siswa secara langsung (video) kepada setiap siswa, terutama siswa yang terdeteksi belum mengakses konten PJJ. Sistem aplikasi PJJ yang dikembangkan sekolah ini mampu mendeteksi siapa saja siswa yang belum mengakses materi dan soal PJJ. Selama dua pekan berjalan, kegiatan sapa vicall ini berhasil meningkatkan partisipasi siswa mengakses konten PJJ hingga 71 persen.

Baca juga:   Serunya Membuat Seni Grafis Menggunakan Berbagai Daun

Kegiatan menyapa secara langsung menggunakan vicall ini mempunyai dampak psikologi yang positif bagi siswa. Sapa atau bisa disebut menyapa merupakan salah satu bentuk perilaku kita untuk menghargai orang lain. Menurut Sutarno (2008: 36) menyapa identik dengan menegur. Lebih dari itu, menyapa bisa berarti mengajak seseorang untuk bercakap-cakap. Tegur sapa bisa memudahkan siapa saja untuk bergaul akrab, saling kontak, dan berinteraksi.

Meningkatnya partisipasi siswa ini berimbas pada keterlaksanaan kegiatan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia pada kompetensi dasar mengidentifikasi teks prosedur tentang cara melakukan dan membuat sesuatu. Siswa kelas 7A sebanyak 32 orang, 26 orang di antaranya atau 81 persen telah mengakses konten materi dan penilaian yang disediakan guru di aplikasi PJJ sekolah. Ini merupakan peningkatan yang signifikan, mengingat sebelumya hanya sekitar 50 persen siswa yang mengaksesnya. Hal ini tidak lepas dari upaya guru yang telah melaksanakan sapa vicall tersebut.

Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan guru dalam melaksanakan kegaiatan sapa vicall ini yaitu menyapa siswa secara tertulis di grup WhattsApp di awal pembelajaran. Kemudian mengecek kehadiran siswa di aplikasi PJJ sekolah. Lalu menelepon siswa dengan vicall, terutama bagi siswa yang belum hadir di kelas daring. Dan setelah terhubung dengan siswa, guru menyapa, menanyakan kondisi siswa, menanyakan kesulitan yang dialami siswa selama daring. Serta meminta siswa mengikuti kelas daring yang disediakan. Kegiatan semacam ini bisa diterapkan di sekolah lain apabila situasi dan permasalahan yang dihadapi memiliki kemiripan dengan SMP Negeri 3 Kedungwuni. (pg2/lis)

Baca juga:   Strategi Pembelajaran Concept Mapping dengan Audiovisual

Guru SMPN 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya