Optimalisasi Pembelajaran Kooperatif di Masa Pandemi

Oleh: Siti Alfiyah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN menjadi sarana yang krusial dan utama dalam mengembangkan kualitas negara. Setiap progesivitas pendidikan dalam lingkup manapun tentu saja diukur dari berbagai macam pihak mulai dari pendidik, siswa atau terdidik, serta sarana dan prasarana yang digunakan. Di sini saya akan membahas lebih dekat mengenai peran pendidik dalam menjalankan fungsinya sebagai fasilitator siswa, terutama bagi siswa tingkatan sekolah dasar.

Peran guru sangat penting dalam dunia pendidikan, bukan hanya sebagai pengajar, namun guru juga memiliki fungsi sebagai fasilitator, agent of change dan partner untuk siswa dalam mengembangkan pola pikir yang lebih komprehensif. Selain itu juga bermartabat dan mandiri (Sulfemi, 2016: 52-70). Oleh karena itu peranan guru dalam mendampingi siswa harus memiliki kualitas yang baik. Guru bisa menggunakan metodologi yang lebih efektif untuk menciptakan lingkungan belajar bagi siswa menjadi lebih nyaman dan efektif.

Masa pandemi covid-19 menjadikan sarana pembelajaran semakin terbatas, yaitu hanya melalui virtual saja. Inilah salah satu peran penting guru sebagai fasilitator. Metode pembelajaran perlu diimprovisasi untuk mendapatkan cara yang tepat dan efisien dalam mengajar siswa. Guru yang semula hanya sebatas menerangkan di ruang kelas harus menindaklanjuti metode pembelajaran yang paling mungkin untuk dilakukan secara virtual. Penggunaan metode yang tepat akan menguntungkan kegiatan belajar, apabila disesuaikan dengan kondisi psikologis peserta didik sekolah dasar.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Nabi Muhammad SAW Panutanku melalui Metode Bercerita

Pembelajaran kooperatif bisa menjadi salah satu metode yang bisa dilakukan dalam mengajar di masa pandemi. Pembelajaran kooperatif melibatkan orang lain, dalam hal ini adalah teman atau partner dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya sebagai sarana peningkatan pembelajaran. Penerapan pembelajaran metode kooperatif dinilai dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik dari segi psikologis, afketif dan psikomotorik anak (Azis et al., 2006:98). Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bagian dari pembelajaran model project based learning, yang mana dalam metode ini alat peraga atau lingkungan dapat digunakan sebagia bahan pembelajaran.

Dalam menerapkan metode pembelajaran kooperatif ini, siswa tidak bisa atau sulit melakukannya secara mandiri. Oleh karena itu, selain peran dari guru, orang tua siswa atau wali juga memiliki kecenderungan yang besar untuk ikut andil dalam pembelajaran siswa secara daring. Guru dapat mengembangkan kompetensi siswa melalui pembelajaran kooperatif, yaitu dengan memberikan masalah yang perlu dipecahkan (analisis) dengan penambahan peran teman, kerabat atau keluarga untuk berdiskusi dan belajar bersama. Sementara guru dapat memantau perkembangan siswa melalui media daring dan memberikan evaluasi untuk melihat perkembangan siswa.
Penulis berharap dengan mengembangkan inovasi sederhana dalam menerapkan metode pembelajaran pada anak akan memberikan dampak yang positif bagi siswa,sehingga dalam hal ini pandemi bukan menjadi masalah yang begitu berarti sehingga siswa dapat dengan nyaman dan efektif untuk tetap menerapkan pembelajaran secara virtual. (pg2/bas)

Baca juga:   Pembelajaran Online Berbasis Proyek Solusi Kegiatan Belajar Mengajar di Tengah Pandemi

Guru SD Negeri 1 Winong Kec. Ngampel Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya