Cara Asyik Belajar Pronunciation dengan Tongue Twister

Oleh: Titi Romayanti, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam mempelajari Bahasa Inggris ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, salah satunya adalah kemampuan speaking atau berbicara. Saat mempelajari kemampuan berbicara, siswa tidak lepas dari belajar pronunciation yang artinya cara pengucapan.

Menurut Encyclopedia Britannica, pengucapan adalah bentuk di mana simbol – simbol dasar bahasa, fonem segmental atau bunyi ucapan, muncul dan diatur dalam pola nasa, kenyaringan, dan durasi. Dalam Bahasa Inggris, belajar pronunciation ada dua elemen yang sangat penting untuk dipelajari. Dua elemen tersebut adalah penekanan kata dan intonasi.

Dengan mempelajari pronunciation, siswa SMP Negeri 1 Pemalang akan mengetahui bagaimana pengucapan sebuah kata yang benar. Salah satu strategi yang menyenangkan, dan tidak membosankan untuk siswa belajar pronunciation yaitu dengan Tongue Twister yang artinya Pembelit lidah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tongue twister adalah serangkaian kalimat yang sulit diucapkan. Tongue twister ini merupakan permainan kata dengan pengucapan frase yang secara sengaja dibentuk dari kata – kata tertentu yang hampir mirip agar sulit diartikulasikan atau diucapkan.

Baca juga:   Memahami Perpindahan Panas melalui Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Tongue twister ini penerapanya bisa fleksibel, bisa kita gunakan di awal sebelum pembelajaran atau untuk ice breaking saat konsentrasi anak sudah tidak kondusif untuk belajar.

Langkah – langkah yang bisa dilakukan: pertama, guru memberikan contoh satu kalimat yang tediri dari beberapa kata yang mirip namun beda maknanya. Selanjutnya guru mengucapkan kalimat tersebut dengan pelan serta artikulasi jelas. Siswa menirukan secara serempak dan beberapa kali dengan kecepatan pelan. Kedua, guru memberi contoh pengucapan dengan kecepatan sedang, siswa kembali menirukan.

Terkadang ada beberapa siswa yang mulai belibet lidahnya, sehingga salah dalam mengucapkan, tapi mereka tetap merasa senang. Terkadang sampai ada yang tertawa, dan tetap semangat untuk berusaha mengucapkan dengan benar, karena merasa tertantang. Ketiga, guru memberikan contoh dengan pengucapan cepat, dan bila perlu berulang agar siswa jelas mendengar intonasinya juga.

Untuk langkah terakhir ini, siswa bisa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bergantian mengucapkan. Selain itu, bisa digunakan untuk kolaborasi, kelompok mana yang pengucapannya sudah benar dan perlu pembetulan. Berkenaan dengan kegiatan tongue twister ini ada beberapa manfaat yang didapat oleh siswa. Pertama, siswa mampu meningkatkan aksen melalui alletiration atau pengulangan dalam suatu bunyi. Kedua, siswa mampu berbicara Bahasa Inggris secara baik dan benar. Ketiga, mampu memahami dan mengerti makna kalimat yang diucapkan native speaker . Keempat, siswa merasa senang dan semakin semangat untuk belajar Bahasa Inggris. (pg1/aro)

Baca juga:   Role Playing Meningkatkan Materi Congratulating Others

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Pemalang.

Author

Populer

Lainnya