Belajar Berwirausaha melalui Medsos

Oleh : Theresia Ayu Andharweni, S.Pd. M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) merupaka mata pelajaran yang wajib diikuti oleh semua peserta didik baik kelas, X, XI maupaun XII. Suherman (2008), mengemukakan bahwa pemebelajaran kewirausahaan merupakan semacam pembelajaran yang mengajarkan agar orang mampu menciptakan kegiatan usaha sendiri. Di mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan salah satunya mengajarkan bagaimana cara kita belajar menjadi seorang wirausahawan yang baik diantaranya harus memiliki jiwa kepemimpinan, ulet, jujur, disiplin, kerja keras, pantang menyerah dll. Wirausaha bukan hanya dunia orang dewasa, tapi juga bisa menjadi bagian dari dunia anak-anak. Bedanya kalau anak-anak masih memerlukan bimbingan dan dukungan dari orang dewasa, orang tua ataupun guru. Dalam pelajaran PKWU anak mulai dikenalkan bagaimana berwirausaha yang baik. Pada tahap usia yang masih muda, anak-anak belajar menumbuhkan jiwa wirausaha, akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. Kreatifitas yang terlatih sejak dini akan menjadi bekal kemandirian bagi mereka nanti kala dewasa. Belajar berwirausaha melatih anak untuk berkreasi, berani mengambil risiko, punya terobosan baru dan tentunya bisa menjadi pribadi yang kreatif.

Salah satu cara anak belajar berwirausaha bisa memanfaatkan media sosial yang ada sekarang ini. Nasrullah (2015), media sosial merupakan media yang ada di jaringan internet yang dapat memudahkan pengguna untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan pengguna lain yang dapat membentu ikatan sosial di dalam bentuk maya. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan kemajuan teknologi yang semakin canggih, ditandai dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi di kalangan masyarakat luas, seakan dunia dalam genggaman , karena semua orang bisa mengakses segala informasi apapun yang kita butuhkan dalam satu jaringan melalui sebuah media pendukung seperti computer, laptop dan gadget, selain penerimaan informasi yang cepat, teknologi ini mematahkan jarak untuk berkomunikasi dengan teknologi kita dapat menjalin komunikasi dengan siapapun dan kapanpun serta dimanapun, jaringan ini disebut internet.

Baca juga:   Belajar Puisi Menggunakan Model Two Stay Two Stray

Media sosial termasuk aplikasi berbasis internet yang dimana penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi. Sekarang tidak perlu menggunakan media penunjang yang susah di bawa kemana-mana, cukup menggunakan mobile phone, mobile phone saat ini sudah dilengkapi dengan system aplikasi yang mampu mengakses internet. Mobile phone tertentu sudah dilengkapi dengan sistem aplikasi berupa situs jejaring sosial seperti twiter, facebook, instagran, whatsap dll. Aplikai ini tentunya sangat membatu anak-anak untuk belajar berwirausaha secara mudah dan praktis, karena mereka tidak usah repot mencari tempat, tidak perlu mebayar pajak, tidak perlu membayar karyawan. Anak-anak hanya memerlukan biaya agar kuota internet tetep ada, kemudian mudah, system kerja sangat mudah dalam berwirausaha secara online karena tinggal meng-uploud dari produk yang di tawarkan kea kun facebook atu instagram, secara otomatis itu akan masuk kedalam beranda orang-orang yang berteman dengan kita, bila ada yang berminat terhadap produk yang di tawarkan nanti orang tersebut tinggal menghubungi. Menurut Septarini dkk (2019) yang berpendapat bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha yaitu latar belakang ekonomi keluarga, lingkungan pergaulan, media sosial. Siswandi (2013) berpendapat bahwa faktor-faktor yang mendorong minat berwirausaha adalah faktor internal, faktor eksternal dan pembelajaran kewirausahaan.

Baca juga:   Lebih Mudah Mengenal Tata Surya dengan Model Menggambar

Ada banyak ide bisnis online yang bisa dijalankan anak-anak. Salah satunya, menjual produk tertentu. Hasil pekerjaan sampingan ini bisa bermanfaat menambah ilmu dan pengalaman, sebagai bekal nanti saat dia sudah lulus. Selain itu juga bisa menambah uang saku. Anak-anak bisa memilih bisnis online yang tidak mengganggu aktivitas belajar dan sekolah mereka. Mereka berbisnis sesuai memanfaat waktu luang yang ada. Misalnya mereka bisa menawarkan barang hasil karya mereka dari hasil praktik, berupa gantungan kunci, tempat tisu, makanan, ataupun produk yang buakn hasil karya mereka juga bisa misalnya baju, sepatu, tas, skincare dan masih banyak contoh produk lainnya, dengan memajang di medsos. Bisnis onlin bisa memberikan banyak manfaat dan keuntungan, baik waktu, tempat dan lowongan pekerjaan, dan memungkinkan bisamenjadi bos bagi pelaku bisnis online. Sebagai pelajar mereka tidak terikat oleh jam sekolah. Seperti yang diterapkan di SMAN 1 Getasan, Kab Semarang. (pg2/zal)

Guru SMAN 1 Getasan, Kab. Semarang

Author

Populer

Lainnya