CTL Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 3 SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tahun pelajaran 2020 / 2021 masih dalam suasana pandemi. Siswa masih belajar di rumah. Tatap muka di kelas belum juga dapat dilaksanakan. Pembelajaran di SD negeri 02 Kedungwuni masih menggunakan media Whatshap dan home visit. Selama pembelajaran baik lewat grup Whatshapp maupun home visit guru melakukan pembelajaran secara konvensional. Guru menjelaskan tanpa mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Siswa di paksa menghafal dan memahami materi pelajaran. Siswa merasa jenuh karena kurang berpartisipasi dan terasa abstrak. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Kondisi ini tergambar dari hasil ulangan harian siswa kelas 3 SDN 02 Kedungwuni. Pada Materi cuaca mupel Bahasa Indonesia hasilnya masih di bawah KKM (67).

Untuk itu perlu dicarikan solusi yang tepat agar siswa mudah memahami penjelasan guru. Pemahaman yang baik berdampak pada hasil belajar siswa. Pemahaman berkaitan dengan partisipasi. Untuk itu guru harus berinovasi untuk mendorong partisipasi siswa. Partisipasi siswa akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Pada pembelajaran materi cuaca pada KD menggali informasi tentang perubahan cuaca dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Ada keterkaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa. Oleh karena itu model pembelajaran yang tepat adalah Contekstual Teaching and Learning (CTL).

Baca juga:   Cerdas Berbahasa Daring

Menurut Trianto (2014 : 140), model CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapanya dalam kehidupan mereka sehari – hari. Dari pengertian tersebut dapat dilihat ada tiga prinsip dalam pembelajaran CTL yaitu : partisipasi siswa dalam pembelajaran, keterkaitan antara materi pelajaran dan situasi nyata, mendorong siswa menemukan hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran menggunakan model CTL pada Mupel Bahasa Indonesia KD : menggali informasi tentang perubahan cuaca dilakukan dengan melibatkan siswa. Diawali dengan guru menyampaikan informasi tentang perubahan cuaca. Kemudian siswa berkomentar atau menjawab terkait perubahan cuaca. Guru mengumpulkan jawaban atau komentar siswa yang berbeda-beda. Dari kumpulan jawaban siswa dibuatlah suatu simpulan. Kesimpulan yang sudah dibuat dapat dijadikan alat untuk menemukan hubungan antara materi pelajaran dengan situasi nyata. Guru mendorong dan memotivasi siswa untuk dapat menemukan hubungan antara materi pelajaran dengan dunia nyata. Serta penerapanya dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Baca juga:   Blended Learning sebagai Metode Efektif di Era Pandemi

Keterkaitan antara materi pelajaran dengan dunia nyata membuat siswa mudah mengingat pelajaran.Karena siswa tidak perlu menghafal kalimat demi kalimat. Tetapi hanya mengingat konsepnya saja. Selama proses pembelajaran siswa terlibat dalam menemukan kesimpulan. Keterlibatan ini mengakibatkan siswa merasa bersemangat dan tidak bosan. Setelah selesai pembelajaran dilakukan ulangan harian. Hasilnya lebih dari 80% siswa memperoleh nilai dia atas KKM (67).

Dari hasil pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa : Pembelajaran dengan model Contekstual Teaching and Learning (CTL) pada materi cuaca mupel Bahasa Indonesia dapat meningkatakan hasil belajar siswa. Terutama siswa kelas 3 SD Negeri 02 Kedungwuni. Terbukti dari hasil ulangan harian yang diperoleh siswa meningkat. (gb1/ton)

Guru SDN 02 Kedungwuni Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya