Belajar Tata Cara Bersuci dengan Metode Demonstrasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MEDIA dan metode yang pas menjadi kunci keberhasilan dalam pembelajaran di sekolah. Walaupun untuk menciptakan pembelajaran yang benar–benar mudah diterima dengan baik oleh siswa sering mengalami kendala. Sebagaimana yang pernah dialami penulis sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 01 Bulaksari, masih ada beberapa siswa yang mengantuk, bosan, dan kesulitan memahami materi yang diajarkan. Situasi ini mendorong penulis menerapkan metode demonstrasi pada materi tata cara bersuci hadas kecil dan hadas besar di kelas IV. Metode ini dipercaya menjadi metode yang tepat dan menarik pada pembelajaran materi tersebut.

Materi pembelajaran tata cara bersuci memiliki kompetensi dasar pada ranah pengetahuan memahami tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadats besar sesuai ketentuan syariat Islam. Pada ranah psikomotor, siswa mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar sesuai ketentuan syariat Islam. Indikator capaian belajar, siswa mampu mengidentifikasi tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar sesuai ketentuan syariat Islam dan siswa mampu mempraktikan tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar sesuai syariat Islam.

Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesuatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000).

Baca juga:   Bersemangat menjadi Warcil pada Materi Ekonomi Agrikultur

Langkah-langkah pembelajaran materi tata cara bersuci dengan metode demonstrasi sebagai berikut, pertama, guru perlu merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir. Kemudian mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan dan melakukan uji coba demonstrasi. Setelah itu, guru meminta siswa untuk mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan. Lalu, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi untuk memberi semangat belajar siswa. Selanjutnya, guru mengemukakan tujuan dan indikator pembelajaran tata cara bersuci. Setelah itu, guru mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi. Kemudian, guru memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa tertarik memperhatikan demonstrasi. Lalu, guru menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. Lalu, meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu. Terakhir, guru memberikan penugasan sebagai evaluasi pembelajaran dan melakukan refreksi terhadap materi yang didemonstrasikan.

Baca juga:   Mentimeter Dikuasai, Siswa Happy di Masa Pandemi

Penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran materi tata cara bersuci memiliki banyak manfaat, di antaranya perhatian siswa dapat lebih dipusatkan, proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari, pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa, membantu siswa memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda, memudahkan berbagai jenis penjelasan dan kesalahan-kesalahan yang terjadi hasil dari cermah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret. Dengan menghadirkan objek sebenarnya dan situasi kelas terasa lebih menyenangkan. (ti4/ida)

Guru PAI SD Negeri Bulaksari.

Author

Populer

Lainnya