Implementasi Model Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

Oleh : Haryani Panca Budi Murdiningsih, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di awal 2020 tepatnya Maret, Indonesia adalah termasuk negara yang termasuk terdampak wabah Covid-19. Imbas dari munculnya virus ini di bidang pendidikan membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengeluarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Deseases-19. Agar dapat memutus rantai penyebaran virus ini pemerintah menganjurkan untuk menutup kegiatan pembelajaran di sekolah dan menerapkan pembelajaran daring (online).

Atas dasar itulah SD Negeri Kedungpatangewu Kec.Kedungwuni Kabupaten Pekalongan menerapkan model pembelajaran daring. Pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dengan siswa. Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru kelas V SD N Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni dirasakan cukup berarti. Dikarenakan guru menggunakan video pembelajaran, penugasan tertulis dan praktik Pelaksanaan pembelajarannya proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah yang disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Dalam proses pembelajaran daring ini guru memberikan video pembelajaran kepada siswa melalui aplikasi whatsapp dan melakukan review materi melalui aplikasi google meet setiap minggunya, seperti yang dilaksanakan sebagai berikut: Aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu, whatsapp, google meet dan google form. Whatsapp digunakan untuk mengirim video pembelajaran yang dibuat, google form digunakan untuk memberikan soal latihan kepada siswa, dan google meet digunakan untuk mereview materi yang sudah diberikan kepada siswa dari Senin sampai dengan Kamis. Review materi dilakukan setiap Jumat. Video pembelajaran yang diberikan oleh guru dibuat semenarik mungkin agar siswa tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran secara daring ini.

Baca juga:   Kinerja SMK dalam Menyiapkan Tamatan Siap Kerja

Menurut Riyana (2007:8-11) untuk menghasilkan video pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan efektifitas penggunanya maka pengembangan video pembelajaran harus memperhatikan karakteristik dan kriterianya. A. Kurniawati, dkk (2013) menjelaskan bahwa media video mampu menarik perhatian siswa, meningkatkan daya imajinasi siswa, meningkatkan daya berpikir kritis dan memicu siswa untuk lebih berpartisipasi serta antusias, sehingga nantinya siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Adapun faktor yang menjadi hambatan dalam pembelajaran daring yang menjadi kunci penting dalam keberhasilan pembelajaran daring ini adalah komunikasi antar wali kelas dengan orang tua siswa. Berbagai macam latar belakang pekerjaan orang tua siswa membuat pembelajaran daring menjadi kurang maksimal, dikarenakan orang tua siswa tidak dapat mendampingi anaknya dengan waktu yang lebih saat mengikuti pembelajaran daring. Dalam pembelajaran model daring pun, diperlukan kualitas sinyal yang stabil maupun kuota internet yang memadai guna menunjang keberhasilan pembelajaran daring.

Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran daring yaitu, sekolah memfasilitasi wifi untuk guru sebagai sarana untuk memberikan materi pembelajaran daring selama guru masih berada di lingkungan sekolah. Hal ini membuat guru harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli kuota internet di luar jam pembelajaran. Adapun faktor pendukung lainnya dalam pembelajaran daring, yaitu, sekolah memfasilitasi kuota internet setiap bulannya kepada siswa. Akan tetapi pihak sekolah tidak dapat mengontrol penggunaan kuota internet tersebut. (ag1/ton)

Baca juga:   Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Melalui Model TPSq

Guru SD Negeri Kedungpatangewu Kec. Kedungwuni.

Author

Populer

Lainnya