Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi dengan metode Daring dan Luring

Oleh : Hartatik, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Era pandemi saat ini berdampak di berbagai sektor termasuk pendidikan. Para tenaga pendidikan harus terus berusaha memikirkan solusi agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Tenaga pendidikan dituntut untuk menyediakan media pembelajaran secara daring (online). Di abad 21 ini dituntut untuk menguasai iptek karena jika kita tidak menguasai itu kita akan tertinggal. Sebagai contoh pada masa pandemi saat ini yang diberlakukan sistem pembelajaran daring, guru dan siswa diharuskan menguasai media pembelajaran online.

Kegiatan belajar mengajar tidak sama seperti dulu, di mana biasanya pembelajaran dilakukan secara konvensional dengan mengedepankan interaksi langsung antara guru dan siswa. Tentu hal ini awalnya terasa asing bagi semua pelajar. Karena dari yang biasanya mereka harus pergi ke sekolah pagi-pagi, bertemu dengan teman, mendengarkan penjelasan dari guru kini mereka harus menghadap gadjet untuk mendapatkan ilmu dari sekolah. Sehingga siswa masih kurang memiliki keinginan dan dorongan untuk berinisiatif belajar sendiri jika melakukan kegiatan pembelajaran daring.

Untuk itu, solusinya agar pembelajaran dapat berjalan efektif adalah dengan luring method. Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Pembelajaran luring (luar jaringan) ini dilakukan secara tatap muka yang memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Pembelajaran daring artinya adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Sedangkan luring adalah akronim dari luar jaringan. Luring diartikan sebagai terputus dari jejaring komputer. Dalam konteks pembelajaran, pembelajaran daring ialah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS), seperti menggunakan Zoom, Google Meet, menonton acara TVRI sebagai pembelajaran siswa sekolah juga mengumpulkan karya berupa dokumen dan sebagainya. Sedangkan sistem pembelajaran luring, merupakan sistem pembelajaran yang memerlukan tatap muka. Belajar secara daring tentu memiliki tantangannya sendiri. Berbeda dengan luring, kamu bukan hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang memadai.

Baca juga:   Pembelajaran Daring I-Spring untuk Siswa Kelas II

Langkah-langkah pembelajaran model daring dan luring adalah adalah sebagai berikut : Pertama, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model luring. Kedua, guru memiliki alamat siswa yang akan dikunjungi di rumah siswa masing-masing untuk pembelajaran model luring. Ketiga, guru mempersiapkan materi yang akan diajarkan berupa panduan masing-masing. Keempat, guru menyerahkan panduan materi atau bahan ajar kepada siswa untuk dipelajari. Kelima, siswa mempelajari panduan materi atau bahan ajar dengan tetap di rumah saja karena pembelajaran dilaksanakan secara luring. Keenam, guru mengajak atau meminta bantuan kepada orang tua siswa agar mendampingi anaknya belajar. Ketujuh, guru meminta orang tua siswa agar memantau anaknya mengerjakan tugas yang telah diberikan melalui panduan materi. Kedelapan, guru menjemput tugas siswa yang telah dikerjakan ke rumah masing-masing. Kesembilan, guru memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan nilai secara kuantitatif pada buku tugas siswa. Kesepuluh, guru memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan nilai secara kuantitatif pada buku tugas siswa. Kesebelas, penutup. Guru menyampaikan ungkapan sanjung apresiasi dan nilai secara kuantitatif kepada siswa.

Baca juga:   Belajar Ashabul Khahfi Menjadi Semangat dengan Metode Make A Match

Harapan penulis dengan penggunaan metode daring dan luring di masa pandemic ini mudah tersampaikan pada peserta didik siswa kelas 3 SDN 02 Jetakkidul. Karena metode pembelajaran ini baik dan efektif jika semua faktor mendukung penyelenggarannya. Yaitu butuh kerjasama antara guru, orang tua untuk menciptakannya. Perubahan metode pembelajaran di era pandemi ini dengan menggunakan media teknologi yang ada, pembelajaran tetap berjalan dengan baik. (ce4/ton)

Guru Kelas III SDN 02 Jetakkidul Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya