Pengamatan di Lapangan Mengasyikkan untuk Materi Struktur Ruang Desa

Oleh : Indria, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tantangan besar bagi guru mata pelajaran geografi kelas XII SMA adalah agar siswa tertarik terhadap pembelajaran dan materi yang diajarkan. Struktur ruang desa merupakan salah satu materi yang kurang diminati oleh peserta didik. Karena menerangkan tentang kondisi di sekitar peserta didik. Sehingga guru harus mengemas agar pembelajaran menarik bagi peserta didik walaupun apa yang dipelajari biasa mereka lihat dan mereka rasakan. Apalagi dengan kondisi pandemi yang mengharuskan guru mengajar dengan sistem online.

Hasil pengamatan pembelajaran jarak jauh di kelas XII IPS.2 SMAN 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan, banyak peserta didik yang kurang perhatian terhadap materi yang disampaikan. Ada peserta didik yang hanya mengisi menjawab salam pada grup WA, tapi tidak masuk ke Google Classroom, ada yang hanya absen tapi tidak aktif. Sehingga hasil belajarnya menjadi rendah. Untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dan mengubah suasana belajar menjadi menyenangkan, maka guru menggunakan metode pembelajaran yang mengaktifkan seluruh siswa berperan.

Pada materi struktur ruang desa guru menggunakan metode pengamatan di lapangan. Sehingga siswa mendapatkan konsep struktur ruang desa langsung dari lapangan. Karena pengamatan merupakan aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan.

Baca juga:   Penggunaan Media Peta pada Geografi Negara-Negara ASEAN

Cara pengamatan yang paling efektif adalah melengkapinya dengan pedoman pengamatan seperti format atau blangko pengamatan. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.

Pengamatan di lapangan digunakan karena memiliki beberapa kelebihan antara lain metode pengamatan di lapangan sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik sehingga proses pembelajaran memiliki kebermakna yang tinggi. Menyajikan media objek secara nyata tanpa manipulasi. Mudah pelaksanaannya. Siswa akan merasa tertantang sehingga dapat meningkatkan aktivitas siswa. Siswa akan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Memungkinkan pengembangan sifat ilmiah dan menimbulkan semangat ingin tahu siswa. Kekurangan metode pengamatan di lapangan adalah memerlukan waktu persiapan yang lama. Memerlukan biaya dan tenaga yang lebih besar dalam pelaksanaannya. Objek yang diobservasi akan menjadi sangat kompleks ketika dikunjungi dan mengaburkan tujuan pembelajaran.

Langkah yang perlu dipersiapkan guru antara lain pedoman pengamatan berupa format pengamatan sehingga akan memudahkan peserta didik mendapatkan data. Format yang perlu disediakan untuk mendapatkan data struktur ruang desa antara lain format pengamatan karakteristik kehidupan masyarakat desa. Format pengamatan pola pengunaan lahan di desa. Format pengamatan potensi desa. Format pengamatan pola pemukiman yang ada di desa. Peserta didik mengamati kondisi yang ada di lingkungan desa masing-masing dan diberi waktu selama 1 pekan. Peserta didik selalu diingatkan dalam melaksanakan pengamatan tetap memperhatikan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-9.

Baca juga:   Peran Orang Tua dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring

Hasil pengamatan didiskusikan pada saat pembelajaran jarak jauh pekan berikutnya. Sehingga semua peserta didik dapat berperan aktif dengan menyampaikan hasil pengamatan yang mereka lakukan. Dengan pengamatan langsung di lapangan peserta didik mendapatkan konsep karakteristik masyarakat desa, pemanfaatan lahan yang ada di pedesaan, potensi desa, pola pemukiman masyarakat desa. Dan banyak pengalaman hidup yang peserta didik dapatkan di lapangan yang hal tersebut tidak mungkin mereka dapatkan dari buku. (ti2/lis)

Guru Geografi SMA Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya