Belajar Masalah Sosial dengan Metode Make A Match

Oleh : Ridwan Tri Kurniawan, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mengedepankan proses pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa (student center), sementara guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Dalam hal ini, siswa dituntut lebih aktif dalam pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Hal ini dikarenakan pendidikan bukan hanya digunakan untuk mempersiapkan siswa dalam memperoleh pekerjaan saja tetapi juga untuk dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti halnya dalam pembelajaran sosiologi, terutama dalam membahas masalah sosial dalam masyarakat. Proses pembelajaran harus melibatkan proses mental siswa secara maksimal. Bukan hanya menuntut siswa sekadar mendengar, mencatat, dan mengingat akan tetapi juga menghendaki siswa berpikir kritis dan mampu memecahkan permasalahan nyata yang dihadapinya.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran sosiologi tidaklah mudah sebab dalam praktiknya masih terdapat banyak kendala berkaitan dengan pembelajaran sosiologi. Berdasarkan hasil refleksi selama proses pembelajaran yang telah penulis lakukan, motivasi belajar siswa masih rendah yang ditandai kurangnya perhatian siswa saat belajar. Akibatnya, hasil belajar yang diperoleh kurang memuaskan.
Alternatif metode pembelajaran yang memungkinkan dapat meningkatkan hasil belajar di kelas adalah metode make a match. Alasan pemilihan metode ini karena metode ini, mampu membantu peserta didik dalam memahami konsep ragam gejala sosial. Serta dengan penerapan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah suatu teknik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam semua mata pelajaran dan tingkatan kelas.

Baca juga:   Kebugaran Jasmani Materi Penting di Masa Pandemi Covid-19

Teknik pembelajaran ini dilakukan di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan. Karena dalam pembelajarannya peserta didik dituntut berkompetisi mencari pasangan dari kartu yang sedang dibawanya dengan waktu yang cepat (Agus Suprijono, 2013:94).

Dalam pembelajaran di kelas IX SMA Negeri 1 Kradenan pada materi masalah sosial, guru menggunakan metode make a match agar siswa dapat aktif dalam melaksanakan pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran model make a match adalah sebagai berikut: guru menyiapkan beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi kartu soal dan satu sisi berupa kartu jawaban beserta gambar). Setiap peserta didik mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. Peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban), peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point). Setelah itu babak dicocokkan lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.

Setelah guru mengajarkan materi masalah sosial dengan menggunakan metode pembelajaran make a match, ternyata semua siswa sangat antusias dalam mencari pasangan dari kartu soal/kartu jawaban mereka. Suasana kelas menjadi menyenangkan. Di akhir pertemuan guru memberikan pertanyaan tentang materi yang diajarkan dan siswa dapat menjawab dengan baik. (ti1/lis)

Baca juga:   Pembelajaran Recount Text dengan Bantuan Mind Mapping

Guru SMA Negeri 1 Kradenan, Kabupaten Grobogan.

Author

Populer

Lainnya