Meningkatkan Nilai Pendidikan Karakter dengan Game Nasionalisme

Oleh: Dra. Masruroh

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KARAKTER disebut juga sikap, perilaku seseorang. Pendidikan karakter terbentuk sejak seseorang berada dalam kandungan, sehingga Ibu merupakan guru pertama pembentuk sikap dan perilaku putra putrinya. Perilaku baik dari orang tua setiap hari sangat berpengaruh pada kepribadian anak. Keteladanan orang tua mempengaruhi tumbuh kembang anak sepanjang hidupnya. Pembiasaan karakter baik dari orang tua ataupun guru sehari – hari merupakan kekuatan tersendiri bagi anak / peserta didik untuk melakukan kebaikan, sehingga dapat tercermin dimanapun dia berada. Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik ( Jamal Abdur Rahman : 2005 ).

Dalam kehidupan bernegara, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Disinilah diperlukan peran guru untuk mengembangkan nilai –nilai penguatan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan sehingga tujuan pendidikan nasional yang dikembangkan masing-masing sekolah bisa tercapai.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat. Penguatan pendidikan karakter lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun banyak harapan untuk masa depan bangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, akan mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, namun apabila tidak dapat memanfaatkannya dengan bijak akan berdampak merugikan dirinya sendiri. Pendidikan karakter sangat diperlukan guna menepis kekhawatiran akan terpengaruhnya peserta didik pada dampak negatif perkembangan teknologi tersebut.

Baca juga:   Pentingnya Pendidikan Karakter

Prioritas pengembangan gerakan penguatan pendidikan karakter meliputi religius, nasionalisme, kemandirian, kegotongroyongan dan integritas. Masing-masing nilai tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Nilai karakter religius meliputi tiga dimensi relasi sekaligus yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta / lingkungan. Nilai karakter nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi,dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya. Kemandirian adalah perilaku seseorang untuk hidup dengan usaha mandiri tidak tergantung pada orang lain. Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan atau pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan. Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral ( Lestari Ning Purwanti,M.Pd : 2018 ).

Baca juga:   “Budikdamber” Media Belajar Ekosistem yang Menarik

Untuk meningkatkan nilai pendidikan karakter penulis mengajak peserta didik dengan Game Nasionalisme ( Dr. H. Darmani, M.A : 2019 ) pada materi semangat pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara di Kelas 7 SMP Negeri 1 Pemalang. Peserta didik diharapkan memiliki rasa nasionalisme dan cinta tanah air, dengan menunjukkan rasa kesetiaan kepada bangsa dan negara serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi, organisasi dan golongan. Langkah-langkah game ini adalah guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok. Guru menayangkan gambar-gambar pahlawan. Dari gambar tersebut peserta didik diharuskan membuat sebuah kalimat motivasi. Guru memberikan contoh kalimat ” Indonesia Tumpah Darahku. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan membacakan kalimat motivasi mereka dengan cara deklamasi.

Dengan Game Nasionalisme dapat meningkatkan nilai pendidikan karakter, sehingga peserta didik dapat meneladani semangat pendiri negara. Karakter Nasionalisme membentuk watak cinta tanah air dan bangsa, perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga negara untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan akan siap dihadapi oleh peserta didik, semoga. (pg1/zal)

Guru PPKn SMPN 1 Pemalang.

Author

Populer

Lainnya