Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa melalui Metode SQ3R

Oleh : Suharti, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan dan pembelajaran bisa dilakukan dimana saja, tidak harus selalu di dalam kelas atau sekolah. Setiap peserta didik berhak mendapatkan ilmu pengetahuan dari siapa saja dan di mana saja. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman, mutu pendidikan dari tahun ke tahun dituntut untuk terus meningkat.

Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pelajaran Bahasa Indonesia harus ada keterkaitan dari beberapa faktor secara bersama. Lingkungan belajar yang nyaman juga berpengaruh terhadap hasil prestasi belajar peserta didik. Dilihat dari faktor metode pembelajaran, guru cenderung menggunakan metode ceramah. Metode ini kurang inovatif dan belum mampu membiasakan peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah, sehingga tidak melibatkan ativitas peserta didik secara aktif.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia anak kesulitan untuk mengungkapkan pikiran, dan gagasan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Kurangnya minat membaca peserta didik, atau karena guru yang kurang menarik dalam melakukan pembelajaran. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada peserta didik, guru perlu melakukan pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan kompetensi yang diajarkan.

Metode SQ3R merupakan salah satu solusi untuk pembelajaran Bahasa Indonesia terutama pada kompetensi menceritakan kembali isicerita. Metode SQ3R selain cocok untuk kegiatan membaca juga dapat digunakan untuk kegiatan mendengarkan/menyimak, karena sama-sama mempunyai tujuan akhir yaitu memahami intisidari apa yang dibaca ataupun yang didengar.

Baca juga:   Strategi Everyone Is A Teacher Here Tumbuhkan Sikap Mandiri Siswa

Kegiatan SQ3R ini mencakup lima langkah, yaitu (1) Survey, yaitu sebelum membaca disediakan waktu untuk mensurvey atau mengenal keseluruhan anatomi buku, caranya dengan membaca buku secara cepat dan keseluruhan tampak. (2) Question/bertanya, apa yang ingin diketahui dari isi cerita atau isi bacaan dengan membuat daftar pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, bagaimana, dan mengapa. (3) Read/baca, selanjutnya adalah melakukan kegiatan membaca atau mendengarkan cerita dengan tuntunan pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. (4) Recite/berhenti sejenak dengan mencoba menjawab pertanyaan dari daftar pertanyaan yang sudah dibuat pada tahap dua. (5) Review/mengulang kembali, setelah membaca atau mendengarkan selesai mencoba mengingat-ingat isi cerita.

Dalam menerapkan pembelajaran Bahasa Indonesia kompetensi Menceritakan kembali isi Cerita menggunakan metode SQ3R guru perlu melakukan langkah-langkah antara lain, memilih topik atau materi yang akan diajarkan. Guru membacakan cerita yang berkaitan dengan materi, peserta didik menyiapkan daftar pertanyaan seperti apa, siapa, di mana, kapan, bagaimana, dan mengapa peserta didik mendengarkan cerita/ bacaan dan mencatat hal-hal penting yang sesuai dengan daftar pertanyaan. Setelah selesai peserta didik membuat satu kalimat yang berkaitan dengan topik atau materi dari cerita yang didengarnya. Peserta didik yang lain meneruskan kalimat yang sudah dibuat oleh peserta didik sebelumnya, demikian seterusnya sampai menjadi sebuah cerita yang padu. Guru meminta peserta didik secara suka rela untuk menceritakan kembali isi cerita dari awal sampai akhir. Guru membimbing dan mengevaluasi hasil jawaban peserta didik.

Baca juga:   Pembiasaan Literasi Baca dan Tulis dengan “Badu Latu”

Penggunaan metode ini awalnya sulit diterapkan di kelas 3 SD Negeri Rejosari 01 Kec.Tersono dikarenakan peserta didik merasa malu untuk mengawali sebuah cerita atau kalimat, akan tetapi lama kelamaan metode ini sangat cocok dan efektif meningkatkan kompetensi menceritakan kembali isi cerita. Dengan metode ini peserta didik tertantang untuk bisa mengungkapkan pikiran, menambah keberanian, dalam berbicara spontan. Peran Guru disini sangat penting yaitu membibing dan membangkitkan kepercayaan diri peserta didik, serta meluruskan kalimat-kalimat yang belum sesuai dengan kaidah sehingga peserta didik terampil berbicara dalam kehidupan sehari-hari. (pg1/ton)

Guru SD Negeri Rejosari 01 Kec. Tersono.

Author

Populer

Lainnya