Metode Video Aktifitas Sesuai Minat, Tingkatkan Keaktifan Siswa

Oleh : Wuryanta, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di era pandemi bagi mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) adalah hal yang sulit dilakukan. Karena mata pelajaran ini lebih banyak difokuskan pada aktivitas fisik siswa. Walaupun dalam kenyataannya, setiap hari siswa melakukan aktivitas yang secara tidak langsung menunjang bagi kebugaran tubuh jasmani mereka. Disamping itu menjaga kesehatan diri dan lingkungan menjadi hal yang paling utama supaya tidak terkena Covid-19 yang masih saja menjangkiti sebagian besar masyarakat Indonesia.

Penilaian dalam pembelajaran siswa harus tetap berjalan, terlebih lagi nilai ini nantinya akan digunakan sebagai dasar pertimbangan kenaikan kelas yang tertuang di dalam rapor mereka.

Menurut Permendikbud No. 23 Tahun 2016, penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Kegiatan penilaian memerlukan instrumen penilaian dan teknik penilaian.

Penilaian tidak hanya difokuskan pada hasil belajar tetapi juga pada proses belajar. Sebagai guru yang mengajar mata pelajaran PJOK di SMK Negeri 1 Ngablak, penulis mencoba berbagai cara untuk mendapatkan nilai secara teori di antaranya menggunakan metode yang sederhana. Yaitu Whatshapp. Meningkat dengan menggunakan google form sampai terakhir dicoba dengan google classroom.

Dari hasil yang didapatkan ternyata tidak banyak siswa yang mengerjakan dan mengirimkan tugasnya untuk dinilai. Ironi sekali antara kenyataan di masa pandemi ini dengan masa biasa anak-anak belajar dengan tatap muka.

Baca juga:   Home Visit Jadi Pembelajaran Inovatif saat Pandemi Covid-19

Keadaan seperti inilah yang terjadi di SMK Negeri 1 Ngablak yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan melihat berbagai metode yang sudah dicobakan dan belum menunjukkan hasil yang cukup signifikan, akhirnya ditemukan ide dengan menggunakan metode video aktifitas olahraga/kegiatan sesuai minat dan kemampuan sebagai media pembelajarannya.

Media pembelajaran memiliki peran sebagai alat bantu pendidik dalam proses menyampaikan sebuah materi, ilmu serta pengetahuannya kepada peserta didik. Pemilihan media juga harus disesuaikan materi yang ingin disampaikan, tujuan apa yang ingin dicapai, karakteristik peserta didik, karakteristik media yang dipilih, Waktu pembuatan dan penayangan, biaya, dan suasana kelas. Hal ini bertujuan untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru ialah media audio visual. Media audio visual merupakan media yang dapat menyajikan gambar bergerak, warna dan disertai penjelasan berupa tulisan dan suara (https://www.kompasiana.com/sihaasiaherman/5e9426af097f36097871e462/penggunaan-media-audio-visual-dalam-pembelajaran).

Metode video aktifitas minat ini menggunakan cara yaitu siswa diminta menentukan satu aktifitas yang disukai atau memungkinkan dilakukan di rumah. Setelah itu diminta melakukan kegiatan pemanasan, inti dan pendinginan. Tiap-tiap bagian itu direkam dengan durasi yang singkat saja sekitar 30 detik agar mudah untuk dikirimkan melalui WA atau diupload di GC. Jika siswa melakukan kegiatan aktifitas yang lain juga tetap bisa mengirimkan video dari 3 tahap tersebut. Sebagai contoh siswa memilih tema memasak.

Baca juga:   Discovery Learning Efektif dalam Pembelajaran PKK di Era Covid-19

Tahap pemanasan dilakukan dengan siswa menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Tahap inti siswa melakukan kegiatan memotong sayuran, bumbu dan memasak. Tahap terakhir pendinginan, siswa melakukan penyajian makanan dan bisa dilanjutkan dengan meregangkan tangan dan badan serta beristirahat. Setelah itu siswa diminta mengirimkan videonya melalui WA atau GC mata pelajaran.

Ternyata dengan metode video aktifitas yang sesuai minat dan kemampuan ini, aktivitas siswa dalam mengumpulkan tugas meningkat. Hal ini disebabkan siswa tidak terbebani dengan tugas yang membutuhkan pemikiran yang lebih dalam dan enjoy dalam mengerjakan karena saat pandemi seperti ini siswa banyak yang malas untuk menulis dan lebih banyak bermain/berselancar di dunia maya.

Di sisi guru juga akan lebih mudah memberikan penilaian dengan melihat tayangan video siswa. Guru bahkan bisa mengambil nilai untuk beberapa kompetensi dasar yang bisa dinilai dari aktifitas siswa atau yang include di dalamnya. (pm2/lis)

Guru PJOK SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang.

Author

Populer

Lainnya