Peran Pelajar dalam Bersosial pada Masyarakat Pasar Tradisioanal

Oleh : Muhtadi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Selama masa pandemi ada beberapa tempat yang hampir tidak pernah ditutup atau hanya mungkin ketika akan disemprotkan disinfektan. Salah satunya pasar tradisional, selain rumah sakit dan stasiun pengisian bahan bakar umum. Regulasi social distancing hampir tidak berlaku di pasar tradisional. Ada apa dengan pasar tradisional, betulkah pasar tradsional tidak punya adat-istiadat peraturan turun temurun tentang sistematika.

Penanggulangan Covid-19 di pasar tradisional, cuci tangan dengan sabun, mengenakan masker tidak sepenuhnya dipatuhi. Aktivitas berniaga di pasar rawan terjadi perpindahan korona, sentuhan tangan dan perpindahan uang ataupun barang dagangan. Pelanggaran social distancing di pasar tradsional berpotensi menimbulkan problem ikutan. Karena hampir semua pengunjung pasar akan pulang ke rumah masing-masing. Barang belanjaan akan didistribusikan kepada lebih banyak orang begitu seterusnya.
Pemerintah daerah beserta pemegang regulasi pasar tradisional terkesan canggung bersentuhan dengan kebiasaan berniaga di pasar tradisional. Stigma pasar tradisional tempat orang berpendidikan rendah dan berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah menjadi alasan tidak tertulis pembiaran semua pelanggaran social distancing.

Gerakan serentak stay at home dan work from home apalagi social distancing menemukan fenomena ganjil di pasar tradisional. Dalam perkembangannya pasar diklasifikasikan atas dua bentuk. Yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Pengertian pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, swasta, koperasi atau swadaya masyarakat setempat dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda, atau nama lain sejenisnya, yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil menengah, dengan skala usaha kecil dan modal kecil, dengan proses jual beli melalui tawar menawar (Permendagri, 2007).

Baca juga:   Asyik Menulis Laporan dengan LKS Google Form

Ditambahkan pula bahwa pasar tradisional sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi kerakyatan. Dengan demikian pola hubungan ekonomi yang terjadi di pasar tradisional menghasilkan terjalinnya interaksi sosial yang akrab antara pedagang-pembeli, pedagang dengan pedagang, dan pedagang pemasok yang merupakan warisan sosial representasi kebutuhan bersosialisasi antar individu (Mutiani, M. 2017 ).

Pasar tradisional juga merupakan tempat jual beli barang atau benda dari kearifan lokal masyarakat yang ada seperti anyaman, buah lokal dan juga lain sebagainya. Dan kearifan lokal adalah informasi dasar bagi suatu masyarakat yang memudahkan komunikasi dan pengambilan keputusan. Kearifan lokal adalah bagian sistematis dari pengetahuan yang diperoleh oleh masyarakat lokal melalui akumulasi pengalaman-pengalaman informal, dan pemahaman mendalam tentang lingkungan sebagai suatu kultur (Abbas, E. W. 2015).

Sebagai pelajar yang terdidik, harusnya bisa memberi dampak yang positif terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat. Tidak hanya sebatas menuntut ilmu dan memperbanyak bacaan buku, tetapi harus lebih dari sekitar itu. Dalam berinteraksi dengan masyarakat harapannya para pelajar bisa memberi pengaruh terhadap pedagang, pembeli atau semua yang berkepentingan di pasar tradisional untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar.

Baca juga:   Menulis Teks Deskripsi dengan Mind Mapping

Misal ketika siswa ikut membantu orang tua belanja di pasar, di situ mereka dapat sekaligus memberi edukasi kepada orang-orang bahwa Covid-19 itu benar adanya dan bahaya dampaknya bagi manusia. Di situ siswa juga bisa belajar secara langsung dengan praktik lapangan, karena sebaik baik guru adalah pengalaman.

Para siswa harus bisa memahami betul, bagaimana konsep interaksi dan sosial dengan masyarkat luas khususnya ketika bersosial di kalangan pasar tradisional. Bukan bermaksud merendahkan tetapi banyak dari pedagang di pasar jauh dari pendidikan. Maka peran pelajar sangat penting untuk bisa bersosial dan memberi banyak manfaat di sekitar lingkungan pasar tradisional. (bs1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 9 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya