Pembelajaran Drama dengan Be d’Medsos Log selama Pandemi Covid-19

Oleh: Evi Risma Inayati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dengan merebaknya wabah Covid-19 di dunia, pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran selama ini mengalami perubahan yang sangat drastis. Tentu saja pembelajaran yang dilakukan tidak lagi menggunakan pertemuan secara tatap muka seperti biasanya. Melainkan dengan pembelajaran daring. Semua itu karena adanya pandemi Covid-19 yang memaksa sekolah dan semua institusi pendidikan untuk melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan menggunakan internet/online.

Pemanfaatan media online untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang sangat menyenangkan bagi peserta didik. Terlebih jika media yang digunakan sudah tergolong akrab dan familier bagi masyarakat, seperti whatsapp (WA), facebook, microsof office 365, email (surat elektronik/surel), google classroom, twitter, youtube, instagram, dan lain sebagainya.

Salah satu metode pembelajaran drama yang dilaksanakan secara daring untuk memperlancar kegiatan belajar peserta didik dari rumah adalah metode Be d’Medsos Log. Metode tersebut memanfaatkan multimedia online dalam penerapannya. Dalam hal ini, Be d’Medsos Log merupakan singkatan dari “Belajar dengan Media Sosial dan Blog” (Abdul Muis Joenaidy, 2018:91).

Media sosial sebagaimana disebutkan di atas adalah media populer yang paling banyak diakses peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan peserta didik yang hampir setiap detik, menit, bahkan sampai berjam-jam tidak dapat lepas dari media sosial dan ini dapat dimanfaatkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran, yakni melalui metode Be d’Medsos Log.

Baca juga:   Google Classroom Salah Satu Solusi Pembelajaran Ekonomi Era Pandemi

Salah satu pembelajaran sastra yang perlu mendapatkan penanganan secara intensif adalah pembelajaran drama. Drama adalah seni pertunjukan yang menampilkan pembawaan suatu lakon/kisah. Pembawaan kisah itu dilakukan di atas panggung oleh beberapa pemeran. Kisah dalam drama dapat ditulis dalam bentuk naskah drama lalu dilafalkan oleh para pemainnya, tetapi dapat juga diperankan secara improvisasi berdasarkan sinopsis. Drama merupakan imitasi dari kehidupan atau perilaku manusia yang dipentaskan dengan suatu penampilan gerak, dialog, mimik, dan gesture yang dapat dinikmati dalam pementasan.

Pembelajaran drama memerlukan usaha yang dilakukan guru untuk menjadikan siswa mau dan mampu belajar drama sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Proses menjadikan siswa supaya mampu mengapresiasi drama bukanlah tugas yang ringan bagi seorang guru. Guru dituntut mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran drama secara baik.

Pembelajaran drama penting sekali untuk dipelajari karena ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, karya sastra drama sangat sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Kedua, karya sastra drama mudah diapresiasi oleh anak didik. Ketiga, karya sastra drama sebagai karya seni yang kompleks. Dikatakan kompleks karena di dalam seni drama dituntut kemampuan untuk berimprovisasi, pengolahan seni suara, tata rias, tata lampu, tata panggung, blocking pemain, dan lain sebagainya.

Drama yang baik harus bisa membuat penonton menjadi terkesan dan terpesona, mendapatkan respon yang bagus. Serta memberikan beberapa penilaian baik dalam bentuk pembuatan naskah maupun pementasan dramanya. Penilaian drama terbagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Baca juga:   Menumbuhkan Minat Baca Siswa melalui Perpustakaan

Unsur intrinsik drama adalah unsur-unsur yang membangun suatu drama dari dalam. Unsur-unsur tersebut meliputi judul, tema, amanat/pesan, perwatakan/karakter tokoh, dialog, alur/plot, setting/latar, konflik, gaya bahasa, dan interpretasi. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang membangun drama dari luar. Contohnya, latar belakang pengarang, situasi/keadaan masyarakat, nilai-nilai yang mendukung seperti agama, sosial, budaya, adat, dan lain sebagainya.

Ada beberapa manfaat belajar drama dengan menggunakan metode Be d’Medsos Log. Pertama, menanamkan karakter disiplin peserta didik, bertanggung jawab, rasa ingin tahu, gemar membaca, dan menghormati karya orang lain. Kedua, melatih peserta didik menggunakan media sosial sesuai pilihannya dengan baik dan santun. Ketiga, konten materi dapat diakses kapan pun dan di mana pun oleh peserta didik. Keempat, mengenalkan kepada peserta didik tentang penggunaan media online dalam pembelajaran.

Dengan adanya metode Be d’Medsos Log, diharapkan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat berjalan dengan baik dan lancar. Karena penggunaan metode tersebut dalam pembelajaran drama ini sangatlah mudah penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (bs1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 2 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya