Implementasi Flipped Classroom Mapel Matematika SMA

Oleh : Ratna Wulandari, S Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MUNCULNYA wabah covid-19 mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia terutama dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pemerintah menganjurkan seluruh kegiatan di Instansi Pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan di di sampaikan di rumah masing-masing. PJJ guru jangan hanya memberikan PPT dan tugas terus menerus sehingga siswa menjadi bosan dengan pembelajaran yang monoton.

Flipped classroom adalah strategi pembelajaran yang membalikkan lingkungan belajar tradiosional dengan memberikan konten pembelajaran di luar kelas. Metode pembelajaran berupa membalikkan metode tradiosional, yang biasanya materi diberikan oleh guru di kelas dan peserta didik mengerjakan tugas di rumah. Konsep Model pembelajaran ini yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat di selesaikan di rumah, dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas.

Pada pembelajaran di SMAN 1 Grabag pada kelas X IPA peminatan, X IPS wajib, dan XII IPA dalam pengiriman video di ambil dari video pembelajaran yang ada di internet dan di sesuaikan dengan materinya. Biasanya video yang kita gunakan yang mudah dipahami siswa tulisan atau gambar jelas juga suara yang jelas, jadi tidak semua video kita sampaikan ke siswa. Flipped classroom juga dapat dimaknai kelas terbalik, dapat mencakup aktivitas belajar dimulai dari pekerjaan rumah. Dilanjut dengan pertemuan di kelas.

Baca juga:   Think Globally Act Locally dalam Pembelajaran Geografi

Berikut implementasi model flipped classroom yang digunakan di SMAN 1 Grabag: guru dan peserta didik memanfaatkan aplikasi whatsap yang ada di HP untuk tahap perkenalan, komunikasi, dan absensi. Guru dan peserta didik memanfaatkan aplikasi Classroom pada HP, guru memberi tugas, pertanyaan, atau materi yang dilengkapi hari, tanggal, tenggat waktu, video pembelajaran dan untuk pengiriman tugas siswa. Peserta didik berusaha untuk memahami materi belajar, mencatat hal-hal yang belum di pahami dan hal ingin dipelajari lebih lanjut terkait materi dalam video pembelajaran.

Guru dan peserta didik menggunakan aplikasi zoom sehingga dapat di gunakan sebagai pembelajaran atau komunikasi antara siswa dengan guru. Guru berdiskusi dengan peserta didik menjawab permasalahan yang ada, guru mengamati aktivitas tiap peserta didik, dan pesrta didik melakukan praktik sesuai petunjuk guru. Guru memberi umpan balik terhadap peserta didik yang melakukan praktik, beberapa siswa dapat berdiskusi dan mempresentasikan hasil pekerjaan dan teman lain menanggapi, guru memberi arahan kepada peserta didik yang sedang presentasi, guru membimbing pesrta didik yang belum menguasai materi yang telah dipelajari.

Peserta didik mengerjakan tugas atau latihan di lks, peserta didik dapat langsung mengerjakan mengunakan HP. Guru memfasilitasi peserta didik yang telah menyelesaikan tugas. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan atas materi yang telah di pelajari. Selanjutnya peserta didik melakukan refleksi dan evaluasi. Terakhir, guru menyampaikan rencana materi pada pertemuan berikutnya.

Baca juga:   Joyful Learning dalam Pembelajaran IPA

Hasil dari implementasi flipped classroom menciptakan pengalaman bermakna bagi peserta didik untuk menimba ilmu, yaitu mau belajar, menciptakan pengalaman kontekstual, menciptakan rasa keingintahuan yang besar. Peserta didik memiliki pemikiran yang positif dan terbuka pada pengetahuan baru, lebih aktif, lebih mandiri, dan berkreasi serta lebih kritis menyikapi permasalahan. Memberi peserta didik lebih banyak tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri, guru lebih fokus pada peserta didik yang mengalami kesulitan, peserta didik memiliki kepercayaan diri dan keterlibatan dalam pembelajaran lebih tinggi, dan peserta didik berusaha mengelola waktu belajar dengan baik, peserta didik dan guru lebih mengenal teknologi.

Rekaman video ajar diunggah ke laman youtube dan didistribusikan kepada siswa untuk dipelajari yang bertujuan untuk membangun budaya belajar independen dan berpikir kritis, flipped classroom di SMAN 1 Grabag di kelas X IPA matematika peminatan, X IPS matematika wajib serta kelas XII IPA matematika wajib dengan mengunakan portal rumah belajar. Ini merupakan salah satu alternatif model pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dan termotivasi dengan adanya contoh video yang menampilkan detail cara mengerjakan latihan maupun soal. (ss1/zal)

Guru SMAN 1 Grabag, Kabupaten Magelang.

Author

Populer

Lainnya