Edukasi Diet dalam Pembelajaran PJOK

Oleh : Arief Prihastono, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Membahas masalah diet sangat menarik untuk selalu dibicarakan sepanjang waktu, kala dulu sekarang ataupun akan datang. Mengapa ini sangat menarik? Kita semua mengetahui masalah ini adalah masalah yang menyelimuti semua kalangan kaya miskin, pegawai negeri swasta, pengangguran, tua, muda, remaja, anak anak, pria ataupun wanita.

Diet yang sebenarnya berfokus pada pengaturan makanan atau biasa disebut dengan food intake adalah kemampuan seseoramg untuk mengatur asupan ke dalam tubuhnya agar sehat dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Kadang orang salah kaprah mengartikan diet hanya untuk memperoleh tubuh yang langsing. Namun, diet juga merupakan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai macam penyakit.

Zaman sekarang sudah banyak generasi muda yang terkena diabetes, kolesterol dan asam urat karena pola hidup yang buruk. Mereka tertarik dengan makanan kekinian seperti junk food atau fast food daripada makanan yang sehat. Memang, makanan yang secara rasa tidak terlalu tajam dan warna kurang menarik. Ketika mereka terserang berbagai macam penyakit, baru sadar akan pentingnya kesehatan. Kemudian mereka lari ke diet yang ketat dan olahraga demi memperoleh tubuh yang sehat. Sebagai guru olahraga wajib memberikan informasi mengenai diet yang sehat. Edukasi diet ini sangat penting bagi peserta didik agar terhindar dari efek samping diet.

Baca juga:   Metode BKK Atasi Masalah Mapel Produktif

Akhir-akhir ini orang pada ribut membahas penurunan berat badan. Nah gejala ini menjadikan orang mencari model pengolahan dengan segala metode. Model pertama adalah mereka yang menurunkan berat badan dengan makan sedikit mungkin yang penting perut terisi tapi tidak membuatnya kenyang.

Kedua mereka yang menjuruskan dirinya masuk pada kelompok vegetarian atau pemakan sayuran dan sejenisnya yaitu pemakan buahan. Kelompok ini berdasarkan atau mencontoh pada kehidupan hewan dimana mereka (hewan) pemakan sayur/tumbuhan dan buah ternyata juga memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan hewan pemakan daging, Kalau kita perhatikan harimau dan kerabatnya mereka kadang juga sulit untuk menghajar kuda, zebra, rusa ataupun kijang. Kita lihat juga gajah dan beruang yang bisa besar serta kuat dengan makan sayur.

Berikutnya adalah mereka yang mengurangi makan karbohidrat dan memakan protein atau ada yang melahap lemak. Lalu ada kelompok yang ekstrem yaitu tidak makan apapun hingga berapa jam ke belakang tambah lama waktunya dianggap lebih baik. Akibat dari beberapa cara tersebut memang ada yang berhasil tetapi banyak yang ambruk.

Baca juga:   V-Lab Semangatkan Belajar Titrasi Asam Basa

Sedangkan menurut dr Calik Sudiarto dari UNY Yogyakarta pengaturan makanan yang seimbang akan menjaga berat badan. Yaitu banyaknya asupan makanan sehat ke dalam tubuh harus seimbang dengan pengeluaran kalori dari tubuh kita di kala kita makan lebih banyak kalori dari pada yang kita keluarkan, maka akan gemuk. Apabila sebaliknya maka hasilnya juga sebaliknya, kita akan kurus.

Keributan dan kecemasan yang selalu membayangi banyak orang dari berbagai kalangan tersebut ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih keuntungannya. Yaitu dengan mendirikan lembaga penurun dan pemberat badan. Kita semua mengetahui bahwa biaya untuk semua itu harus ditebus dengan biaya mahal sebagai saran umtuk keamanan ilmu yang dipelajari dengan benar akan menyelamatkan kita untuk bisa melakukan diet dengan sehat dan murah tentunya. Edukasi diet ini bisa diterapkan peserta didik untuk ke depan agar tetap produktif memiliki harapan hidup yang panjang. (bs1/lis)

Guru PJOK SMA Negeri 3 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya