Cegah Terorisme melalui Pembelajaran PPKn

Oleh : Lilik Kirno Utami S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TERORISME merupakan tindakan yang sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak sedikit jiwa yang telah melayang, termasuk orang yang tidak bersalah. Terorisme adalah sebuah tindakan ilegal yang menjurus ke arah kekerasan melalui pemaksaan kehendak, guna menyuarakan pesannya.

Terorisme di Indonesia sekarang makin marak terjadi, seperti yang baru saja terjadi di Makassar, terorisme ternyata tidak pernah pudar. Ini sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri. Maraknya tindakan terorisme yang terjadi, membuat masyarakat Indonesia resah, dan takut atas tindakan yang dilakukan para teroris.

Ulah terorisme atas tindakan yang dilakukan sangat merugikan. Karena, melumpuhkan berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang terjadi sering melibatkan generasi muda sebagai pelaku utamanya. Maka, diperlukan adanya langkah antisipasi, agar tidak menghasilkan pelaku teror pada generasi muda. Salah satu upaya pencegahan yaitu, melalui jalur pendidikan khususnya pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dimuat dalam kurikulum pendidikan pada semua satuan pendidikan termasuk di SMPN 2 Pegandon yang merupakan tempat penulis untuk mengajar.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa visi mata pelajaran PPKn adalah terwujudnya mata pelajaran yang berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa, dan pemberdayaan warga Negara. Sedangkan misinya adalah membentuk warga negara yang baik, yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajiban dalam kehidupan bernegara, dilandasi oleh kesadaran politik, kesadaran hukum dan moral. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa PPKn merupakan pendidikan kebangsaan atau pendidikan karakter.

Baca juga:   Serunya Belajar Kesebangunan dengan Metode Think Pair Share

Lalu, bagaimana peranan PPKn dalam mengatasi munculnya gerakan terorisme meluas terutama di kalangan peserta didik? Yang utama adalah mengajarkan nilai-nilai toleransi melalui penanaman nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik, terutama tingkat dasar wabilkhusus siswa kelas VIII sebagaimana di SMPN 2 Pegandon.

Mengingat fenomena secara umum saat ini penanaman nilai-nilai Pancasila mengalami kemunduran pasca dihilangkannya penataran P4. Penanaman nilai Pancasila harus dilakukan secara menyeluruh dan terus menerus baik dari jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Yakni, mengajak semua siswa dan memantaunya di dalam pengamalan ajaran nilai-nilai Pancasila. Di tengah masih banyak siswa yang lupa dengan Pancasila, baik dari bunyi sila-silanya ataupun hari lahirnya.

Oleh karenanya, bagaimana mau menerapkan jika sejarah dan masing sila dari Pancasila tidak mengerti. Ini supaya Pancasila tidak hanya seremonial, tapi penulis tanamkan sejak dini ke semua siswa terutama siswa kelas VIII sehingga nilai-nilai Pancasila merasuk ke jiwa anak. Alhasil, harapannya kelak mampu menjadikan rakyat Indonesia hidup dalam kedamaian tanpa terorisme. Ini sangat penting, karena kehidupan di kelas. Lebih besar lagi di sekolah merupakan miniatur kehidupan bermasyarakat. Apabila di sekolah bisa tercipta kehidupan yang rukun, toleran, dan menghargai sesama anak bangsa sebagai emplementasi pembelajran PPKn.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Bertanya-Menjawab dengan Metode Team Quis

Harapannya PPKn ingin mewujudkan siswa-siswa yang kelak akan menjadi warga negara yang baik. Maka dalam konteks Indonesia, kehadiran PPKn adalah dalam rangka mewujudkan siswa-siswa sebagai warga negara yang Pancasilais, menghargai adanya kebhinnekaan, dan keberagaman, yang terdapat di negara RI.

Sebagai benang merah, dalam rangka mengatasi gerakan radikalisme, peran utama PPKn adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila agar tertanam kuat di hati anak muda, dalam hal ini peserta didik, agar tidak mudah terjerumus pada paham terorisme dan radikalisme. Sebagai tujuan bersama adalah agar gerakan radikalisme tidak tumbuh subur di Indonesia, perlu sejak dini ditanamkan nilai-nilai moral Pancasila. (*/ida)

Guru PPKn SMPN 2 Pegandon, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya