Trik Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Oleh : Sutoyo S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM proses pembelajaran di kelas yang sangat penting untuk dilakukan oleh seorang guru adalah mengupayakan atau menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik. Segala aspek pendidikan pengajaran berproses, guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya. Dengan kondisi belajar yang baik diharapkan proses belajar mengajar akan berlangsung dengan baik pula. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Maka dari itu, penting sekali bagi seorang guru memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik.

Kejenuhan yang dialami siswa kelas 6 SDN Kalipancur dalam kegiatan belajar mengajar sudah menjadi hal biasa. Ini dapat menyebabkan usaha belajar yang dilakukan siswa giat belajar tersebut sia-sia. Banyak siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar dan situasi kelas.

Dengan melihat dampak kejenuhan belajar tersebut penulis dapat mengenali gejala kejenuhan belajar sedini mungkin agar nantinya tidak membawa dampak yang lebih buruk. Yaitu harus memperhatikan bagian pengeloalaan kelas. Mengelola kelas adalah tindakan guru untuk menciptakan suasana agar pembelajaran berlangsung dengan baik. Tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien. Hasil belajar dapat dirasakan oleh siswa secara langsung sehingga terwujud pembelajaran bermakna bagi siswa. Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan, mengulang atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, dengan hubungan-hubungan inter personal dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangkan dan mempermudah organisasi kelas yang efektif.

Baca juga:   Pembelajaran Daring Tingkat SD di Masa Pandemi Covid-19

Hal-hal yang harus diperhatikanan, pertama, memahami teori pembelajaran. Pembelajaran harus dikuasai namun tidak diterapkan mentah-mentah. Referensi digunakan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa di lapangan. Kedua, menguasai materi pembelajaran. Guru harus menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. Dengan demikian, guru akan percaya diri berdiri di depan kelas tanpa banyak melihat buku sumber. Ketiga, gunakan metode mengajar yang pas. Metode mengajar disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran dan peserta didik. Metode ceramah digunakan bila guru yakin akan kemampuan berceramah cukup memadai. Keempat, kontrol disiplin belajar. Dengan disiplin dilaksanakan bersifat konsisten dan kontinyu. Ada aturan yang jelas dan spesifik sebelum memulai maupun mengakhiri pembelajaran. Kelima, gaya mengajar yang khas. Yang tak kalah penting adalah gaya mengajar yang ditunjukkan guru ketika menghadapi siswa di dalam kelas. Gaya mengajar meliputi penampilan, gaya dan cara berbahasa, serta sikap guru. Pembelajaran akan mudah dikelola melalui unsur-unsur style mengajar yang disebutkan. Guru perlu memiliki style mengajar yang khas. Keenam, kesiapan siswa. Tidak memulai belajar kalau siswa belum siap adalah langkah efektif untuk mengelola siswa. Tersendatnya pembelajaran sering disebabkan karena guru kurang menguasai materi pelajaran. Atau guru tidak siap mengajar karena situasi dan keadaan tertentu.

Baca juga:   Tingkatkan Kerjasama Orang Tua dan Guru dengan Aplikasi Whatsapp

Tujuan guru mengelola kelas adalah agar semua siswa yang ada di dalam kelas dapat belajar dengan optimal dan mengatur sarana pembelajaran serta mengendalikan suasana belajar yang menyenangkan untuk mencapai tujuan belajar. (ce5/ida)

Guru SDN 01 Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya