Optimalisasi Belajar IPA melalui Video Pembelajaran Masa Pandemi

Oleh : Tunjikah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan suatu cara pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akal pikiran/rasional mereka sebagai jawaban dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul di masa yang akan datang. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang baik, kita akan mudah mengikuti perkembangan jaman dimasa yang akan datang, khususnya perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Hasil belajar dan pemikiran kritis siswa salah satunya ditandai dengan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Kemudian apa yang dirasakannya saat belajar mengenai sesuatu akan menjadi pengalaman hidup yang terbaik dalam menuangkan ide ataupun gagasan dimasa yanga akan datang.

Setiap jaman mengalami proses dan juga tantangan yang dihadapi, komplek dan beragam, baik itu tantangan teknologi, budaya, ekonomi, pendidikan,dan kesehatan . Saat ini yang sedang dan masih dijalani adalah adanya pandemic covid 19 yang masih belum tahu kapan akan berakhir. Sebagai orang yang dekat dengan pendidikan harusnya menjadikan ini sebagai pemicu semangat agar lebih maksimal dalam mengajar. Sehingga terpenuhi semua hal siswa dalam mendapatkan pendidikan. Pada pembelajaran online, guru dan peserta didik dituntut aktif agar tidak terasa jenuh dalam belajar serta tidak mengoprasikan aplikasi yang lain seperti main game dan lainnya.

Menurut pendapat Sardiman dalam Zain (2017) menyebutkan bahwa interaksi kegiatan belajar mengajar berdasarkan motivasi siswa menunjukkan minat, inisiatif dan aktif dalam kegiatan belajar. Sehingga akan terbentuk komunikasi timbal-balik antara guru dan siswa. Sains atau ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari lingkungan alam sekitar, konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses alamiah antara lain penyelidikan, penyusunan, dan pengujian gagasan-gagasan. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) bukan hanya pemberian dan penyajian materi berupa kumpulan pengetahuan, konsep, teori dan prinsip-prinsip, melainkan lebih diarahkan pada proses pembelajaran penemuan(inkuiri). Pembelajaran IPA seyogyanya dilakukan dengan pemberian pengalaman langsung kepada siswa melalui interaksi langsung siswa dengan sumber belajar (Depdiknas, 2008).

Baca juga:   Praktikum untuk Lestarikan Budaya Pernikahan Adat Jawa

Perubahan paradigma pembelajaran, dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa, menyebabkan pula perubahan peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Siswa merupakan pelaku utama atau subyek utama dalam pembelajaran, sementara guru lebih berperan sebagai fasilitator, administrator, dan, motivator pembelajaran. Seorang guru haruslah memiliki wawasan dalam melakukan inovasi pembelajaran melalui pemilihan, perancangan dan penggunaan strategi pembelajaran yang efektif, menarik, dan menyenangkan. Disamping itu guru juga dituntut agar memiliki keterampilan dan kreatifitas dalam menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Penggunaan media pembelajaran yang tepat, diharapkan dapat membantu serta memudahkan guru dalam melakukan proses pembelajaran.

Optimalisasi aktifitas siswa dan penggunaan media pembelajaran yang tepat juga dapat menjadikan suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan kesannya akan tersimpan lebih lama dalam memori ingatan siswa. Penggunaan media pembelajaran menjadikan dapat berinteraksi langsung dengan sumber belajar yang ditampilkan melalui media yang digunakan.

Salah satu konsep IPA yang dipelajari khsususnya di kelas V adalah tentang alat pernapasan pada manusia dan hewan. Konsep alat pernapasan pada manusia dan hewan apabila disampaikan dengan menggunakan strategi dan didukung dengan alat bantu yang bervariasi, diharapkan dapat memudahkan siswa dalam menguasai dan memahaminya sehingga pencapaian tujuan pembelajaran akan lebih maksimal. Penggunaan media film atau video pembelajaran dalam pembelajaran IPA konsep alat pernapasan pada manusia, siswa akan diperlihatkan secara langsung dengan gambar-gambar bergerak dalam alur cerita yang berhubungan dengan materi yang dipelajari, sehingga siswa dapat mengalami belajar. Siswa bisa mengambil hikmah belajar dari video atau film dokumenter yang diputar. Melalui link youtube atau juga video yang dibuat sendiri oleh guru masing masing. Video pembelajaran atau Film dokumenter mempunyai manfaat pada proses pembelajaran terkait dengan tiga hal, yaitu manfaat kognitif, manfaat psikomotorik, dan manfaat afektif. Penggunaan media video/film dalam pembelajaran merupakan salah satu hal yang melatar belakangi peningkatan yang siginifikan pada cara berpikir kritis siswa kelompok eksperimen. Hal ini karena pada masa perlakuan, siswa dituntut untuk lebih aktif mengamati, memahami dan menganalisis berbagai hal yang dilihat dan didengarnya dalam film tersebut. Hasil pengamatan ini diwujudkan dengan catatan pada poin-poin penting yang dibuat siswa selama penelitian berlangsung. Dengan demikian siswa mampu membangun sendiri pengatahuannya melalui apa yang dilihat dan didengar dan kreasi olehnya.. Pengalaman belajar inilah yang kemudian memberikan pengaruh pada peningkatan berpikir kritis siswa. Melalui pembelajaran degan video atau film yang diterapkan di SDN Tabet, Kabupaten Kendal, siswa merasakan ada manfaat besar dari pelajaran IPA yang disampaikan. Optimalisasi ini memberikan peran akan hasil belajar siswa melalui strategi efektif guru dalam mengajarkan pelajaran IPA. (*/zal)

Baca juga:   Metode T–P–S Tingkatkan Aktivitas Belajar Materi Fungsi

Guru Kelas V SDN Tabet, Kabupaten Kendal.

Author

Populer

Lainnya