Mudahnya Belajar Berbagi Ilmu dengan Metode IOC

Oleh : Amrih Lestari, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu bangsa. Pendidikan memegang peran penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah melalui terlaksananya pendidikan formal. Salah satu bentuk pelaksanaan pendidikan formal adalah dengan terlaksananya proses pembelajaran disekolah yang melibatkan guru dan siswa beserta perangkat yang mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan menghendaki perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang matang agar hasil yang diharapkan sesuai tujuan yang diharapkan.

Berbagai macam pembaharuan dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Pendidikan di Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki agar menjadi lebih baik. Permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik kelas IV SDN 02 Yosorejo Kecamatan Siwalan terutama pada tema 2 Subtema 3 energi alternatif adalah ketidakaktifan atau tidak semangat dalam belajar. Sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa dan yang akan berpengaruh nantinya di kelas yang lebih tinggi.

Model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan sifat karakteristik anak usia sekolah dasar yang sulit diam dan cenderung aktif serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran Inside Outside Circle. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh penggunaan model pembelajaran Inside Outside Circle terhadap hasil belajar Model Pembelajaran Lingkaran dalam dan Luar Inside-outside circle (IOC) adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993), dimana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.

Baca juga:   Siswa SMP Enggan Berbahasa Jawa Krama

Anita Lie mengembangkan langkah-langkah yang dirumuskan Kagan. Dalam pengembangan (Anita Lie, 2008:66), siswa dalam kelas dibagi menjadi dua lingkaran, yaitu lingkaran individu dan lingkaran kelompok. Penjelasannya sebagai berikut : Lingkaran individu. Pertama, separuh kelas (atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak) berdiri membentuk lingkaran kecil. Mereka berdiri melingkar dan menghadap keluar. Kedua, separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran yang pertama. Dengan kata lain, mereka berdiri menghadap ke dalam dan berpasangan dengan siswa yang berada di lingkaran dalam. Ketiga, dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan lingkaran besar berbagi informasi. Siswa yang berada di lingkaran kecil yang memulai. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. Keempat, siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah perputaran jarum jam. Dengan cara ini, masing-masing siswa mendapatkan pasangan baru untuk berbagi informasi. Kelima, sekarang giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagikan informasi. Demikian seterusnya. Lingkaran kelompok, satu kelompok berdiri di lingkaran kecil menghadap keluar. Kelompok yang lain berdiri di lingkaran besar. Kelompok berputar seperti prosedur lingkaran individu yang dijelaskan di atas dan saling berbagi.

Baca juga:   Bikin Siswa Aktif Belajar Pernafasan dengan Metode Bervariasi

Model pembelajaran Inside Outside Circle yang sejak awal dianggap sesuai dengan sifat dan karakteristik anak usia sekolah dasar, ternyata dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Yaitu hasil belajar siswa menjadi meningkat secara signifikan. penggunaan model pembelajaran Inside Outside Circle membuat aktivitas belajar menjadi lebih baik. siswa akan mudah mendapatkan informasi yang berbeda-beda dan beragam dalam waktu bersamaan. (ce5/ton)

Guru Kelas IV SDN 02 Yosorejo Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya