Jigsaw Menelisik Kewajiban, Hak, dan Tanggung Jawab sebagai Warga Negara

Oleh : Sumarsih,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan teknologi menuju peradaban yang lebih maju turut diikuti dengan perubahan dan perkembangan kualitas guru. Perkembangan seharusnya selalu menuju ke arah positif dan dapat bekerja secara profesional. Profesionalitas seorang guru nampak dapat dinilai ketika seorang guru mampu mendesain dan membuat perencanaan pembelajaran yang proporsional. Guru sudah waktunya melupakan model-model pembelajaran yang konvensional dan usang.

Guru profesional diharapkan mampu menyajikan perencanaan dan proses pembelajaran dengan memilah dan memilih model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran sangat berdampak terhadap proses pembelajaran terutama bagi peserta didik. Akan dikhawatirkan ketika guru masih menggunakan model-model pembelajaran usang, peserta didik menjadi tidak responsif, pasif dan terkesan malas mengikuti proses pembelajaran.

Peserta didik sepatutnya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Guru mampu melibatkan peserta didik dalam setiap kegiatan terutama proses pembelajaran. Keterlibatan peserta didik akan menjadikannya dihargai dan difungsikan. Akan tetapi guru tidak dapat serta merta menentukan model pembelajaran. Guru harus mempertimbangkan model pembelajaran yang memberikan tanggung jawab peserta didik untuk bekerjasama dengan peserta didik lainnya. Model pembelajaran kooperatif salah satu yang dapat memancing peserta didik untuk bersifat aktif dan melatih bekerjasama.

Baca juga:   Efektivitas Quizizz dalam Penilaian Multiple Choice

Bern dan Erickson (2001:5) menjelaskan bahwa cooperative learning atau model pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil di mana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar. Sejalan dengan pendapat tersebut, Hamid Hasan (1996) turut mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang memanfaatkan kelompok kecil (2-5 orang) dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok. Salah satu model pembelajaran menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif diantaranya adalah model pembelajaran Jigsaw. Sudrajat (2010: 5) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

Penulis memegang tupoksi sebagai guru SDN 01 Mejasem Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan memanfaatkan model ini di kelas enam kompetensi dasar menganalisis pelaksanaan kewajiban, hak, dan tanggung jawab sebagai warga negara beserta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks seperti berikut, pada awalnya guru menyampaikan pengarahan berupa materi pembelajaran, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran serta model yang akan digunakan. Kemudian, guru memberikan informasi tentang bahan ajar yang digunakan sebagai pendamping. kelompok dibentuk oleh guru secara heterogen sambil menginvestasikan bahan ajar penunjang yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak peserta didik dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu, tiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. Kembali ke kelompok asal, pelaksanaan tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli, disusul penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan RME

Pada akhir pembelajaran guru memberikan penguatan materi yang telah diberikan. Penulis merasakan kepuasana tersendiri setelah menerapkan model jigsaw karena terjadinya peningkatan minat dan motivasi peserta didik. (gb2/ton)

Guru SDN 01 Mejasem Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya