Belajar Menulis Iklan lebih Asyik dengan Metode Discovery Learning

Oleh: Sedyo Tito Wahono, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN bahasa Indonesia yang terdiri atas empat keterampilan berbahasa menjadi sebuah mata pelajaran yang aktif produktif. Artinya, siswa tidak hanya berkutat pada teori bahasa saja, tetapi ditekankan pada sikap dan pemakaian bahasa yang kontekstual. Henry Guntur Tarigan (2008: 2) menyatakan bahwa keterampilan berbahasa yang terdapat di dalam kurikulum mencakup empat segi, yaitu: keterampilan menyimak atau mendengarkan (listening), keterampilan berbicara (speaking), keterampilan membaca (reading ), dan keterampilan menulis (writing). Akan tetapi dalam kurikulum 2013 pembelajaran bahasa Indonesia tidak berdiri sendiri, akan tetapi tergabung dengan nama tematik. Salah satu materi Bahasa Indonesia yang dipelajari oleh siswa kelas lima pada KD.3.9 dan 4.9 adalah Iklan. Materi ini mencakup tentang Menjelaskan pengertian iklan, Mengetahui ciri-ciri iklan dari media cetak atau elektronik, Menyajikan informasi berdasarkan ikalan dari media cetak atau elektronik. dan Menuliskan informasi yang terdapat pada iklan.

Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 02 Sokawangi kecamatan Taman Kabupaten Pemalang pada siswa kelas lima masih belum maksimal. Kegiatan pembelajaran yang terjadi hanya searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa masih kurang dan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran akibatnya hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih metode pembelajaran yang menarik.

Baca juga:   Make A Match Tingkatkan Minat Belajar Proklamasi Kemerdekaan

Pembelajaran materi Iklan dengan metode discovery learning merupakan alternatif pembelajaran yang menyenangkan karena siswa akan mendapat pengetahuan dan pengalaman yang utuh, lengkap, dan langsung. Sehingga pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, melainkan dari hasil menemukan sendiri gambaran kenyataan sepenuhnya. Siswa dapat menuliskan urutan yang benar sesuai pengalaman yang diperolehnya di kelas. Adapun langkah langkah pembelajaran dengan metode discovery learning dalam materi Iklan adalah sebagai berikut : Pertama, guru menyajikan informasi setahap demi setahap. Sambil menjelaskan materi, guru mengajukan beberapa pertanyaan ringan seputar isi slide yang berhubungan dengan materi Iklan. Kemudian, setelah semua isi slide dijelaskan, guru memimpin siswa untuk bertanya jawab seputar pengalaman menulis Iklan dengan metode discovery learning. Guru memancing siswa untuk melihat video pembelajaran atau media youtube tentang Iklan elektronik. Dari pengamatan video itulah siswa biasanya lebih mudah menuliskan langkah langkah dalam membuat sesuatu. Dalam pembelajaran menulis Iklan guru tidak hanya duduk diam di kursinya. Guru mengawasi gerak-gerik siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Guru berputar mengelilingi kelas agar siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis langkah-langkah membuat iklan dapat ditulis secara runtut. Pada kegiatan akhir, guru mengarahkan siswa untuk refleksi terhadap kegiatan yang telah berlangsung. Kemudian, guru mengintruksikan siswa untuk membuat rangkuman atau kesimpulan ringkasan meteri yang telah dipelajari

Baca juga:   Metode PBL Dapat Menarik Minat Belajar Siswa

Data dari penilaian hariaan dan penilaian sikap pada proses pembelajaran menunjukkan bahwa siswa kelas V di SD Negeri Sokawangi Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang secara umum sangat tertarik dengan media pembelajaran yang diberikan oleh guru. Siswa merasa tertantang aktif mencari data atau membuat kalimat untuk dibahas dalam diskusi kelompok, sehingga nilai yang di dapat dalam Evaluasi Penilaian harian terlihat adanya peningkatan ketuntasan rata rata kelas dalam pembelajaran materi Iklan hingga mencapai 87,5 %. (gb1/zal)

Guru SDN 02 Sokawangi, Pemalang.

Author

Populer

Lainnya