WAG Mempermudah Pembelajaran Segi

Oleh : Asih Nurokhmah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid 19 menyebar ke seluruh pelosok negara termasuk indonesia. Semua sektor merasakan dahsyatnya dampak bencana virus korona tidak terkecuali dunia pendidikan. Pandemi seakan menjadi terapi kejut bagi para pelaku dalam dunia pendidikan terutama guru sebagai pembelajar.

Guru sebagai pembelajar yang menjadi tonggak dan bersentuhan langsung dengan siswa meski secepatnya berbenah diri meyesuaikan keadaan di masa pandemi. Tranformasi pembelajaran harus segera dimulai dan bergerak meyesuaikan kondisi yang melanda lingkungan pendidikan. Guru harus mampu menyesuaikan dengan perubahan itu serta dipaksa untuk dapat beradaptasi dengan situasi terbaru yaitu membiasakan pembelajaran dalam jaringan atau daring.

Pembelajaran dilaksanakan secara daring adalah bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 sesuai dengan intruksi tim gugus tugas yang menangani permasalahan tersebut. Protokol kesehatan pun mulai dijalankan di seluruh masyarakat termasuk instansi pendidikan dan sekolah dengan sosial distancing (menjaga jarak), selalu cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan selalu menggunakan masker bagi yang sakit maupun yang tidak. Ketika pembiasaan itu dilaksanakan dengan tetap pembelajaran tatap muka di sekolah, guru akan kesulitan mengontrol siswanya. Oleh karena itu, pembelajaran jarak jauh dengan model daring sudah sekiranya cukup tepat. Di samping hiruk pikuk munculnya protokol kesehatan, penggunaan aplikasi sebagai media pembelajaran ikut menjadi permasalahan turunan dari pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan atau daring.

Baca juga:   Belajar Seni Batik Sebagai Pendidikan Karakter

Rayanda Asyar (2012 : 8) mengemukakan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Syaful Bahri Djamarah dan Azwan Zain (2010:121) turut menambahkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan agar tercapai tujuan pembelajaran. Beberapa menawarkan aplikasi dengan kemudahan untuk malakukan video converence dengan konsekuensi akan berdampak terhadap penggunaan kuota internet yang sangat besar.

Kemudian terdapat pula aplikasi yang mendekatkan khusus untuk pembelajaran, namun dengan sistem berbayar. Pada aplikasi lain menampilkan web untuk pembelajaran, akan tetapi minim terjadinya interaksi dengan siswa. Proses pembelajaran yang dilaksanakan secara daring dalam jenjang sekolah dasar harus mempertimbangkan berbagai aspek misalnya sederhana, mudah diaplikasikan, hemat dan tidak menggunakan terlalu besar memori gadget. Salah satu aplikasi yang mudah digunakan dan sudah dimanfaatkan banyak kalangan adalah WhatsApp Grup (WAG). WAG sebagai aplikasi media sosial yang telah lama berjalan ternyata juga menyediakan fitur yang memudahkan untuk proses pembelajaran jenjang pendidikan dasar di masa pandemi.

Baca juga:   Metode Bowling Class Tingkatkan Daya Ingat Siswa dalam Tematik

Penulis sekaligus guru kelas empat SDN 2 Ngabean Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal memanfaatkan media pembelajaran berupa aplikasi WAG pada kompetensi dasar tentang menganalisis segibanyak beraturan dan segibanyak tidak beraturan. Kelebihan penggunaan aplikkasi WAG adalah murah, mudah dioperasikan, terjadi interaksi aktif antara guru dan siswa serta mudah mengontrol kegiatan pembelajaran siswa melalui jaringan. Penggunaan aplikasi WAG dalam pembelajaran matematika jenjang sekolah dasar ternyata mempermudah penyampaian materi kepada siswa. Persentase keaktifan siswa memanfaatkan media pembelajaran WAG dalam keikutsertaan proses pembelajaran meningkat drastis dan dapat meningkatkan hasil pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru. (ipa2/ton)

Guru SDN 2 Ngabean Boja, Kabupaten Kendal.

Author

Populer

Lainnya