Puzzle Pecahan Menarik Minat Belajar Siswa

Oleh : Sri Malanggen, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Media belajar merupakan bagian dari sumber belajar. Sumber belajar dapat berupa pesan, orang, alat, bahan, teknik, dan lingkungan. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan pembelajar sehingga mendorong kegiatan belajar mengajar.

Media pembelajaran merupakan segala sesuatu (manusia, pesan, alat/kejadian) yang berisi materi pengajaran, sebagai penyampaian informasi kepada peserta didik. Terdapat berbagai jenis media pembelajaran, di antaranya media pembelajaran yang tidak bisa diproyeksikan. Media yang dapat diproyeksikan, media audio, media visual, media berbasis komputer, dan multimedia kid.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi siswa dalam proses belajar mengajar yaitu metode yang digunakan guru dalam menyampaikan pembelajran. Seperti yang terjadi di SDN 01 Kutorejo. Khususnya kelas IV mengalami penurunan semangat belajar pada materi pecahan. Ketika metode yang digunakan tidak mengena terhadap siswa, mungkin saja tujuan yang diharapkan tidak tercapai. Dalam proses pembelajaran keberadaan guru sangatlah urgent, karena guru yang menentukan, apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak.

Baca juga:   Meriahnya Belajar Kepemimpinan melalui Model Pertukaran Kelompok

Jadi penulis berusaha melakukan inovasi dalam memberikan media pembelajaran. Media pembelajaran berkaitan dengan pecahan adalah dengan penggunaan puzzle. Pecahan adalah bilangan asli yang dibagi menjadi bilangan asli dan hasilnya tidak bulat. Musser (2012: 219) menyatakan terdapat dua hal yang harus diperhatikan pada pecahan. Pertama, ketika pecahan sebagai sebuah bilangan maka fokusnya pada nilai relatif.

Kedua, ketika kita menyebutkan pecahan sebagai hubungan angka yang merepresentasikan bagian dari keseluruhan, banyak angka yang dapat digunakan untuk menyatakan hubungannya.
Alat dan bahan yang harus disiapkan antara lain kardus bekas, styrofoam, karton warna bebas, kertas warna, spidol. Cara pembuatannya buat 4 buah persegi ukuran 15 cm x 15 cm pada styrofoam, potong keempat persegi tersebut menggunakan cutter.

Buatlah gambar pada keempat persegi tersebut menjadi beberapa bagian. Potong bagian-bagian tersebut menggunakan cutter. Tempelkan kertas warna pada styrofoam yang sudah dipotong-potong. Lapisi kardus bekas dengan karton hitam. Kemudian tempelkan double tip di setiap ujung kardus yang telah dilapisi karton. Tempelkan kardus yang telah dilapisi karton pada bagian belakang styrofoam.

Baca juga:   Belajar Stoikiometri di Era PJJ Lebih Mudah dengan Camtasia

Cara penggunaannya adalah puzzle dibagi menjadi 4 warna, setiap warna berbeda nilai. Warna kuning ada 2 bagian, ungu warna 4 bagian, biru dibagi 4 bagian, dan Hijau dibagi 5 bagian. Cara penggunaannya pertama, guru menjelaskan satu per satu dari setiap warna yang telah dibagi menjadi beberapa bagian. Kedua, salah satu siswa diminta untuk maju memasangkan puzzle warna. Misalnya, warna kuning. Yang artinya satu per dua, siswa diminta untuk menjelaskan arti dan hasil dari pecahan yang dimaksud. Begitu seterusnya permainan puzzle digunakan.

Kegiatan pembelajaran konsep pecahan dengan media puzzle dapat memberikan ruang gerak siswa untuk memahamkan sebuah konsep. Siswa dapat ikut berpartisipasi dan terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa juga merasa nyaman dan senang saat berada dalam situasi apapun. (ti2/lis)

Guru Kelas IV SDN 01 Kutorejo, Kec. Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya